SportlinkNews - Menjadi pelatih Persik Kediri di 21 sisa pertandingan Super League 2025/26 bukanlah tanpa risiko. Hal itu sangat disadari Marcos Reina Torres yang baru saja dipercaya melatih skuat Macan Putih.
Sebelum membubuhkan tanda tangan di surat kontrak, pria berpaspor Spanyol itu mengaku telah mempelajari kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Marcos pun mengaku memiliki rencana seperti apa perbaikan yang akan dilakukannya agar permainan Macan Putih makin garang.
"Saya ingin membentuk tim yang lebih berorientasi pada ball possession. Persik Kediri punya pemain bagus. Jadi saya yakin filosofi itu akan bisa dijalankan para pemain."
"Kita akan bikin tim ini lebih solid lagi. Saya sudah melihat pertandingan sebelumnya. Tapi saya harus mengenal lebih dalam dan memahami kualitas tiap pemain dengan maksimal," ucapnya.
Marcos Reina juga menilai kompetisi Indonesia sangat ketat dan menantang setelah dirinya mempelajari kontestan Super League lainnya.
Baca Juga: Persebaya Waspadai Perkembangan PSM Makassar di Bawah Komando Tomas Trucha
"Sebelum datang ke Persik Kediri, saya tentu harus mempelajari performa tim-tim di Super League," ujar Marcos.
"Saya tahu tim mana yang biasanya ada di papan atas dan tim-tim kini yang sedang berjuang. Jadi saya cukup punya gambaran bagaimana kompetisi Indonesia, suporter, dan para pemain asing yang ada," ungkapnya.
Marcos Reina punya pengalaman di berbagai kompetisi di luar Spanyol, seperti Liga Meksiko, Liga Amerika Serikat, dan Liga Andorra.
Baca Juga: Ditinggal Ong Kim Swee, Persik Kediri Pilih Marcos Reina Torres sebagai Pelatih Baru
Klub terakhir yang dibesut Marcos Reina adalah FC Ranger's, yang bermain di kasta tertinggi Liga Andorra.
"Liga Indonesia sangat menantang bagi saya sebagai pelatih. Karakter dan atmosfernya juga bagus. Tentu ini berbeda dengan liga negara lain dimana saya pernah ada di sana," tuturnya.