SportlinkNews - Persebaya Surabaya menegaskan komitmen pada etika transfer meski dilanda spekulasi panas soal pemain PSM Makassar. Pelatih anyar Bernardo Tavares menolak keras kabar bakal memboyong penggawa Juku Eja saat bursa paruh musim Super League 2025/26 dibuka.
Kedatangan Tavares ke Persebaya memicu spekulasi di media sosial. Para Bonek berharap pemain favorit mereka di PSM seperti Yuran Fernandes dan Victor Luiz, turut diboyong.
Hanya saja, Tavares langsung menepis semua spekulasi yang ada tersebut. Ia lebih memilih untuk tidak merekrut pemain dari PSM.
Baca Juga: Fulham 2 Liverpool 2: Momen Ajaib Harrison Reed Bikin Nyesak Arne Slot
"Beberapa pemain dari PSM menghubungi saya ketika mereka melihat bahwa saya menandatangani kontrak di sini. Tetapi kami harus rendah hati dan menghormati mereka," kata Tavares.
Secara aturan, Persebaya sebenarnya memiliki hak untuk berkomunikasi dengan pemain klub lain enam bulan sebelum kontrak mereka habis. Namun Tavares memilih jalan hati-hati dan tidak ingin menimbulkan masalah dengan mantan klubnya.
"Mereka punya kontrak dengan PSM. Oke? Jadi, kami tidak bisa melakukan hal-hal tertentu untuk klub lain karena kami juga tidak ingin klub lain melakukan hal yang sama untuk kita. Jadi, kita perlu menghormatinya. Kontrak itu, kita perlu menghormatinya," ucapnya.
Baca Juga: Nike Munculkan Kembali Jersey Kandang Ikonik Nigeria Tahun 1996
Pendekatan Tavares bisa dipahami secara praktis. Memaksakan transfer pemain yang masih terikat kontrak berarti Persebaya harus menyiapkan biaya tebusan, sesuatu yang bisa membebani klub secara finansial.
Di sisi lain, Tavares sudah menatap masa depan Persebaya dengan strategi sendiri. Salah satunya adalah merekrut Bruno Paraiba untuk memperkuat lini depan, yang saat ini bergantian ditempati Diego Mauricio dan Mihailo Perovic.
"Pekerjaan saya sudah dimulai sejak bulan Desember. Saya telah mencoba mencari pemain (baru), mencoba melihat apa karakteristik pemain yang kami miliki di sini. Ini sangat penting bagi saya," ucapnya.
Sebelumnya, Tavares, mengumumkan perpisahannya dengan PSM pada 1 Oktober 2025 setelah 3,5 tahun mengabdi. Ia mengaku alasan utama keputusannya adalah masalah pembayaran gaji tidak lancar yang terus berulang selama periode melatih.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)