SportlinkNews - Pelatih Malut United Hendri Susilo menilai anak asuhnya sebenarnya mampu mengontrol pertandingan saat menghadapi Persebaya Surabaya. Namun keterlambatan dalam melakukan penyesuaian strategi membuat hasil akhir tak berpihak kepada Laskar Kie Raha.
Pada pertandingan tersebut, Malut United harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-1. Dua gol Persebaya dicetak Gali Freitas pada menit ke-14 dan ke-37, sementara tim tamu hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat Ciro Alves pada menit ke-61 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (10/1).
Secara statistik, Malut United tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 81 persen. Dari 11 percobaan tembakan yang dilepaskan, tiga di antaranya mengarah ke gawang dan satu berbuah gol.
Baca Juga: Duel Persib vs Persija: Adu Taktik Pelatih dan Keahlian Pemain, Juga Drama Sepanjang Pertandingan
Sebaliknya, Persebaya yang mengandalkan skema menunggu dan serangan balik tampil efektif. Dari delapan percobaan, dua tembakan tepat sasaran yang dilepaskan Gali Freitas dkk. berhasil dikonversi menjadi gol.
“Kami sudah berjuang semaksimal mungkin sampai menit akhir pertandingan. Kami juga sebenarnya mampu menguasai pertandingan. Tapi, sayangnya hanya satu gol yang bisa diciptakan,” ujar Hendri dalam sesi jumpa pers seusai laga.
Hendri juga mengungkapkan perubahan taktikal baru dilakukan pada babak kedua untuk membongkar pertahanan rapat Persebaya. Ia memasukkan Manahati Lestusen pada menit ke-45, disusul Taufik Rustam pada menit ke-68, serta Dimas Drajad pada menit ke-87.
Baca Juga: Derby Jawa Timur: Arema FC Harus Bekerja Keras Hadapi Persik Kediri di Kanjuruhan
“Kami mencoba membuat winger bermain lebih ke dalam supaya wingback dapat leluasa menyerang. Strategi itu terbukti berhasil. Namun, kami terlambat melakukannya,” ujar pria berusia 60 tahun tersebut.
Sementara itu, perwakilan pemain Malut United, Taufik Rustam, mengaku rekan-rekannya telah berusaha maksimal. Hanya saja, hasil akhir tidak sesuai harapan.
“Saya dan teman-teman pemain sudah berjuang menampilkan permainan terbaik. Kekalahan ini menjadi pelajaran bagi kami ke depannya,” ucap Taufik.
Baca Juga: Tiga Gol PSIM Rusak Momen Bahagia Madura United, Van Gastel: Kami Diuntungkan Dua Kartu Merah
Taufik juga menilai Persebaya merupakan lawan yang sulit dihadapi. Ia meminta para pemain Malut United segera bangkit untuk laga berikutnya.
“Semoga kekalahan ini menjadi hasil yang membuat kami bisa bangkit lebih kuat lagi untuk menatap pertandingan berikutnya,” tuturnya.