SportlinkNews - Madura United FC menutup laga terakhir putaran ke-17 Super League 2025/26 dengan hasil negatif setelah ditumbangkan tim promosi PSIM Yogyakarta, 0-3.
Kekalahan tersebut membuat Madura United FC terdampar di posisi 14 dengan hanya membukukan 17 poin dari 17 pertandingan.
Koleksi poin tersebut dari hasil menang empat kali, seri lima kali, dan delapan kekalahan. Skuat Laskar Sape Kerrab ini hanya mencetak 18 gol dan kebobolan 24 kali.
Baca Juga: Como 1-3 Milan: Keajaiban Rabiot Menjaga Harapan Scudetto Tetap Hidup
Jika dibanding musim lalu, pencapaian ini masih lebih baik daripada hasil putaran pertama pada musim 2024/25.
Pada musim lalu Luis Marselo Morais dos Reis alias Lulinha cs harus terdampar di dasar klasemen dengan hanya mengamankan 9 poin hingga pekan ke-17.
Saat itu, lini pertahanan Madura juga sangat lemah dan menjadi lumbung gol dengan surplus gol -23. Berbeda dengan musim ini hanya -6.
Baca Juga: Aprilia Racing Tampil dengan Livery Singa, Simbol Pantang Menyerah di Musim 2026
Pelatih Madura United Carlos Parreira bertekad untuk meningkatkan performa tim di putaran kedua agar posisi Madura United bisa naik dan menjauh dari zona merah.
Madura United saat ini hanya berada dua tingkat di atas zona degradasi dengan keunggulan tujuh poin terhadap Persis Solo, yang berada di teratas zona merah.
"Kami akan kerja lebih keras pada putaran kedua. Kami sudah komitmen untuk itu. Harapan kami, semua bisa berjalan sesuai rencana," tuturnya.
Baca Juga: Dewa United Banten Bikin Kejutan, Jungkirkan Hangtuah yang Sempat Unggul 24 Poin
Madura United akan mengawali putaran kedua Super League musim ini dengan menantang Persija Jakarta, 23 Januari mendatang.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)