SportlinkNews - Persija Jakarta dipastikan tidak turun dengan kekuatan penuh saat menjamu Madura United pada pekan ke-18 Super League 2025/26. Macan Kemayoran harus tampil tanpa lima pemain utama akibat cedera dan sanksi Komite Disiplin (Komdis) PSSI di Stadion Utam Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (23/1).
Gelandang Hanif Sjahbandi menjadi pemain yang paling terdampak. Tulang rawan lututnya mengalami cedera serius dan setelah pemeriksaan medis, diputuskan ia harus menjalani operasi.
“Setelah menjalani operasi, Hanif akan memasuki fase rehabilitasi yang cukup panjang. Estimasi waktu pemulihannya bisa mencapai sekitar enam bulan. Untuk Souza, ia akan menjalani program rehabilitasi secara intensif dengan estimasi waktu sekitar 3–4 minggu hingga pulih kembali. Doakan agar keduanya cepat pulih dan kembali ke pertandingan,” ucap dokter Persija, dr. Muhammad Andeansah, Sp.KO.
Baca Juga: Audi Resmi Luncurkan Mobil Balap F1 R26 Siap Jalani Debut di Musim 2026
Van Basty Souza juga harus menepi karena cedera ligamen bahu, meski kondisinya tidak memerlukan operasi. Fokus rehabilitasi menjadi prioritas agar pemain asal Brasil itu bisa kembali dalam waktu yang relatif singkat.
Hanif menyatakan tekadnya untuk tetap optimistis meski harus menepi. Ia pun menyebut mendapat hikmah dari kejadian yang menimpanya tersebut.
“Qodarullah, saya harus absen karena cedera yang memaksa saya untuk naik ke meja operasi kembali. Ini adalah musim yang tidak mudah. Namun banyak pelajaran berharga, dan dukungan dari kalian yang selalu membuat saya kuat,” kata Hanif.
Baca Juga: Persik Kediri Masih Berburu Striker Asing yang Mumpuni Demi Hadapi Super League 2025/26
Selain cedera, Persija masih menghadapi sanksi Komdis yang menimpa beberapa pemain. Souza yang mengalami cedera, misalnya, mendapat larangan bermain dua pertandingan dan denda Rp75 juta akibat gestur kontroversial ke tribune saat laga kontra Persib Bandung (11/1).
Bruno Tubarao juga dikenai sanksi tambahan berupa larangan bermain dua pertandingan dan denda Rp10 juta akibat pelanggaran serius di lapangan. Hal ini terpisah dari kartu merah yang diterimanya pada laga yang sama.
Fabio Calonego dan Ryo Matsumura masih harus menyelesaikan sanksi Komdis dari pertandingan kontra Semen Padang (22/12). Alhasil opsi Mauricio Souza untuk memilih pemain di beberapa posisi terbatas.
Meski demikian, pelatih Mauricio Souza menekankan pentingnya memaksimalkan pemain yang tersedia. Kehadiran pemain baru menjadi faktor strategis, memberikan alternatif formasi dan opsi taktik yang fleksibel.
Tim pelatih terus menyusun strategi agar absennya beberapa pemain tidak mengganggu ritme permainan. Fokus pada disiplin, koordinasi lini tengah, dan efisiensi serangan menjadi sorotan utama dalam latihan terakhir sebelum laga.