liga-indonesia

Paruh Musim EPA Super League 2025/26: I.League Catat Progres, Siapkan Perbaikan Putaran Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 22:33 WIB
Tim Elite Pro Academy (EPA) PSIM Yogyakarta. (I.League)

SportlinkNews - Memasuki jeda paruh musim EPA Super League 2025/26, Divisi Football Academy I.League menggelar evaluasi menyeluruh bersama para direktur akademi dari 19 klub peserta. 

Agenda ini menjadi momentum penting untuk menilai efektivitas kompetisi pembinaan usia muda sekaligus menyusun langkah perbaikan menuju putaran kedua musim.

EPA Super League yang mempertandingkan kelompok usia U-16, U-18, dan U-20 telah berjalan sejak 11 Oktober 2025.

Baca Juga: Bellingham Ungkap Selebrasi Nakal Setelah Dicap Tukang Pesta dan Dicemooh Penggemar Real Madrid

Kompetisi ini dirancang sebagai wadah kompetitif bagi para pemain muda untuk berkembang dalam atmosfer liga yang terstruktur dan berkelanjutan.

Dalam forum evaluasi, I.League memaparkan gambaran umum pelaksanaan kompetisi hingga pertengahan musim.

Sejumlah aspek positif menjadi catatan, mulai dari meningkatnya intensitas pertandingan, konsistensi jadwal, hingga penerapan program pembinaan di level akademi. 

Baca Juga: Arsenal Sempurna, Mikel Arteta Masih Enggan Bicara Juara Liga Champions

Di sisi lain, beberapa tantangan teknis turut menjadi bahan diskusi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas kompetisi.

Manajer Football Academy I.League, Guntur Cahyo Utomo, menyebut jalannya kompetisi sejauh ini menunjukkan progres yang menggembirakan. 

"Tapi evaluasi tetap perlu dilakukan agar EPA Super League tidak hanya kompetitif, tetapi juga selaras dengan tujuan utama pengembangan pemain muda," katanya. 

Baca Juga: Heboh Patung Ronaldo Dibakar, Polisi Memburu Pelaku

Dari tanggapan klub peserta, Direktur Akademi Persebaya, Janu Ramadhanis, menilai atmosfer persaingan antarakademi sudah berjalan sehat dan sesuai harapan.

Menurutnya, hingga paruh musim tidak ditemukan hambatan signifikan yang dapat mengganggu proses pembinaan pemain.

Sementara itu, Direktur Akademi Persija, Ricky Nelson, mendorong adanya peningkatan kualitas penyelenggaraan pada putaran kedua, terutama dalam aspek fasilitas pertandingan dan daya saing antarklub. 

Baca Juga: Dipanggil KemenHAM, I.League dan PSSI Sampaikan Langkah Penanganan Isu Rasisme

Ia menilai perbaikan tersebut akan memberikan dampak langsung terhadap kualitas pengalaman bertanding para pemain muda.

Dari sisi pengembangan wawasan, Direktur Akademi Persis Solo, Rasiman, menyoroti manfaat studi banding ke Spanyol yang dilakukan pada awal musim. 

"Harapannya pengalaman tersebut dapat menjadi referensi penting dalam membangun sistem kompetisi akademi yang lebih matang dan produktif di tim masing-masing," imbuhnya.

Tags

Terkini