liga-indonesia

Persija Waspadai Laga Musafir, Dukungan The Jakmania Jadi Kunci

Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:06 WIB
Penyerang asing Persija, Gustavo Almeida (Persija)

SportlinkNews - Persija Jakarta dipaksa menyesuaikan diri dengan jadwal beberapa laga kandang Super League 2025/26 ke depan. Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tidak bisa digunakan hingga akhir Maret karena persiapan untuk FIFA Series 2026.

Manajemen Persija berupaya keras mengamankan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai kandang sementara. Proses perbaikan rumput tengah dikebut agar stadion siap digunakan untuk tiga laga kandang berikutnya.

Situasi ini membuat lokasi pertandingan saat menjamu PSM Makassar (20/2), Borneo FC Samarinda (3/3), dan Dewa United Banten FC (15/3) masih belum pasti.

Baca Juga: Persebaya Dihantui Cedera Pemain, Bernardo Tavares Optimis Petik Kemenangan Melawan Bhayangkara FC

Penyerang Persija, Gustavo Almeida menekankan situasi ini bukan hal baru. Akan tetapi tetap menjadi ujian berat bagi seluruh tim dalam mencari tempat untuk meggelar laga kandang.

"Iya, ini masalah bagi kami. Namun, ini masalah yang jauh lebih berat untuk Kukuh (Media Officer Persija) dan orang-orang di belakang untuk mencari stadion yang bagus untuk kami bermain serta para suporter yang membantu kami. Karena itu sangat, sangat penting," kata Gustavo.

Gustavo juga menyoroti pentingnya menjaga konsentrasi tim di tengah ketidakpastian. Langkah ini agar fokus pada strategi dan performa di lapangan tidak terganggu.

Baca Juga: Mohamed Salah Kembali Catat Rekor Assist di Liga Primer Bersaing dengan Jack Grealish dan Erling Haaland

Dalam kondisi seperti ini, dukungan The Jakmania menjadi penopang moral bagi pemain. Gustavo bersyukur Persija memiliki basis suporter yang setia.

"Saya juga ingin mengatakan kepada suporter yang selalu mendukung kami. Terus percaya dengan kami karena ini belum berakhir. Mungkin di sepak bola terjadi seperti itu. Anda menang banyak, tidak seorang pun mengatakan itu," ucapnya.

Selain itu, Gustavo mengingatkan kritik dan ejekan sering muncul saat tim kalah. Hanya saja hal itu tidak boleh mengganggu fokus pemain.

Baca Juga: Honda Kirim Sinyal Kebangkitan, Alberto Puig: Kami Ingin Menang Sesegera Mungkin

"Tapi, ketika Anda kalah sekali, orang-orang di luar mulai berteriak dan menertawakan kami. Namun, Anda perlu terus fokus dan berjuang," ujarnya.

Persija kini fokus pada persiapan teknis dan mental agar tetap kompetitif meski harus musafir dalam beberapa laga kandang ke depan.

Halaman:

Tags

Terkini