SportlinkNews - Duel PSIM Yogyakarta vs Persijap Jepara di pekan ke-25 Super League berlangsung dengan intensitas tinggi. Kedua tim promosi ini menampilkan permainan yang menarik untuk ditonton.
Sayangnya, PSIM sebagai tuan rumah harus bermain seri 2-2 melawan Persijap di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (11/3/2026) malam.
PSIM dikejutkan dengan gol cepat Persijap lewat aksi Boja Martinez menit ke-3. Beruntung kemudian PSIM mampu bangkit dan membalas dua gol yang dicetak oleh Ezequiel Vidal menit ke-16 dan Ze Valente menit ke-38.
Baca Juga: Valverde Menggila! Borong Seluruh Gol Kemenangan Saat Real Madrid Habisi Manchester City
Tapi keunggulan PSIM tidak bertahan lama. Gawang PSIM kembali dibobol oleh Persijap lewat gol Iker Guarrotxena menit ke-65.
Bahkan di menit 78, Persijap sebenarnya mampu kembali menjebol gawang PSIM lewat tendangan keras Boja Martinez.
Tapi setelah tinjauan VAR, gol dianulir wasit karena ada pemain Persijap yang lebih dulu berada di posisi offside.
Baca Juga: PSG Hancurkan Chelsea dalam Drama Tujuh Gol
Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel usai pertandingan mengakui timnya lemah dalam mengantisipasi situasi bola mati yang dilakukan Persijap.
“Kami memulai dengan kurang beruntung. Dalam tiga atau empat menit kami sudah kebobolan dari situasi bola mati. Itu bukan cara yang baik untuk memulai pertandingan,” kata Jean Paul Van Gastel.
Van Gastel menjelaskan, pemainnya membutuhkan waktu untuk dapat kembali menemukan ritme permainan dengan kondisi tertinggal di awal laga.
Baca Juga: Keangkeran Aspmyra Berlanjut, Bodo/Glimt Gulung Sporting
“Setelah itu, kami bisa kembali bermain sesuai yang disiapkan dan sempat unggul 2-1,” ucap Gastel.
Pelatih asal Belanda itu juga mengakui Laskar Kalinyamat mampu memanfaatkan situasi bola mati (set piece) dengan baik dan menghasilkan gol.