SportlinkNews - Banyaknya gol yang bersarang di gawang Persebaya selama menjalani Super League musim ini membuat sang pelatih menjadikannya bahan evaluasi untuk menghadapi sisa pertandingan musim ini.
Buruknya koordinasi lini belakang saat kehilangan bola menjadi perhatian serius pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, dalam rangkaian sesi latihan tim.
Sejak menakhodai Persebaya, 10 Januari lalu, Tavares mencatatkan 4 kemenangan, 2 hasil imbang, dan menelan 3 kekalahan.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Super League Pekan ke-26, Arema FC Vs Malut United FC Jadi Laga Pembuka
Dari sisi produktivitas, daya gedor tim asal Kota Pahlawan ini tergolong cukup tajam dengan 15 gol. Namun, agresivitas lini depan itu tidak dibarengi dengan kekuatan di area belakang.
Gawang Persebaya sendiri telah kebobolan sebanyak 15 gol sepanjang periode tersebut. Puncaknya, gawang mereka digelontor banyak gol saat dibungkam Borneo FC Samarinda dengan skor mencolok 5-1, 7 Maret lalu.
Lemahnya pertahanan area belakang menjadi catatan merah bagi tim kepelatihan, mengingat hampir separuh dari total kemasukan tersebut terjadi hanya dalam tiga pertandingan pamungkas.
Baca Juga: Deschamps Tantang Skuad Prancis, Buktikan di Lapangan Bukan Lewat Kata
"Target kami adalah memperbaiki kesalahan pada pertandingan terakhir," ujar Bernardo Tavares.
"Kami memerlukan pemain yang memiliki keseimbangan defensif mumpuni agar tidak mengalami kerugian lagi karena penempatan diri pemain sebelumnya tidak begitu bagus," sambungnya.
Tavares menekankan bahwa menu latihan skuatnya difokuskan pada prinsip garis perlindungan serta mekanisme saat tim menguasai maupun kehilangan bola.
Baca Juga: Marc Cucurella Menjadi Bintang Chelsea Terbaru yang Mengisyaratkan Kepindahan
Situasi ini menempatkan skuat Green Force pada posisi yang harus segera berbenah, terutama dalam menjaga stabilitas antara agresivitas serangan dan disiplin taktis guna menghadapi jadwal padat di bulan April.
Tavares menjelaskan bahwa anak asuhnya harus lebih cerdik dalam memutuskan tindakan saat menghadapi situasi transisi.