SportlinkNews - Laga perdana Cyrus Margono bersama Persija Jakarta berakhir dengan catatan yang cukup mengecewakan. Kiper naturalisasi tersebut harus rela memungut bola sebanyak tiga kali dari jala gawang sendiri dalam kekalahan tipis Macan Kemayoran.
Momen debut ini terjadi pada pertandingan pekan ke-26 Super League 2025/26 yang digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung. Cyrus dipercaya tampil sejak menit awal saat Persija bertamu ke markas Bhayangkara Presisi Lampung FC, Minggu (5/4/).
Sayangnya, kehadiran Cyrus di bawah mistar gawang belum mampu menghindarkan Persija dari hasil negatif di kandang lawan. Tim kebanggaan ibu kota tersebut harus menyerah dengan skor akhir 2-3.
Baca Juga: Dominan tapi Belum Tajam, Evaluasi Souto Usai Indonesia Hajar Brunei 7-0
Sepanjang jalannya laga, Cyrus mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari barisan penyerang tuan rumah. Statistik mencatat gawang yang dijaganya menghadapi total 11 percobaan tembakan yang dilepaskan oleh para pemain Bhayangkara FC.
Dari sekian banyak ancaman tersebut, lima tembakan di antaranya meluncur tepat sasaran ke arah gawang. Cyrus sebenarnya sempat melakukan dua penyelamatan krusial, namun tiga peluang lainnya tetap gagal dibendung dan berbuah gol.
Menanggapi performa lini belakang dan sektor penjaga gawang, pelatih Persija, Mauricio Souza menegaskan komitmennya untuk segera melakukan pembenahan. Meski demikian, juru taktik asal Brasil tersebut enggan menyalahkan satu nama tertentu atas kegagalan meraih poin ini.
Baca Juga: Liverpool Tawarkan Gaji Selangit untuk Bintang Real Madrid Ini
"Saya perlu lihat lagi gol-golnya untuk dievaluasi. Saya rasa di saat seperti ini, saya harus melakukan koreksi di sesi latihan. Saya tidak di sini, di momen ini, untuk mengevaluasi satu pemain secara individu sekarang ini," kata Souza seusai laga.
Souza lebih memilih untuk melihat rekaman pertandingan secara utuh sebelum memberikan penilaian teknis kepada anak asuhnya. Baginya, setiap pemain memiliki tanggung jawab profesional untuk melakukan refleksi atas penampilan mereka masing-masing di atas lapangan.
"Mereka semua adalah pemain profesional, jadi dia harus bisa menilai diri sendiri, melakukan auto-kritik terhadap performanya. Setelah saya melihat rekaman pertandingan kembali, saya akan melakukan analisis mendalam. Di situlah saya bisa masuk ke dalam proses koreksi tersebut," ujarnya.
Debut yang berat ini tentu menjadi ujian mental yang nyata bagi Cyrus di panggung tertinggi sepak bola tanah air. Ia telah menantikan kesempatan berharga untuk tampil membela Persija selama kurang lebih dua bulan lamanya.
Tekanan tinggi yang dirasakan pada laga perdana ini diharapkan menjadi pelajaran berharga Cyrus untuk pertandingan berikutnya. Souza pun kembali mengingatkan bahwa proses evaluasi tim akan dilakukan secara menyeluruh tanpa terkecuali bagi siapapun.