liga-indonesia

Pakai Analogi Pistol, Bojan Hodak Tegaskan Persib Bebas Tekanan Juara

Kamis, 23 April 2026 | 17:42 WIB
Pelatih Persib Bojan Hodak mengaku dirinya mendapat masalah menjelang pertandingan kontra Borneo FC. (Persib)

SportlinkNews - Persib Bandung memasuki fase krusial dalam perburuan gelar juara Super League 2025/26 dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi. Maung Bandung kini bersiap melakoni enam laga sisa yang dianggap sebagai partai final demi mengunci posisi puncak.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, menilai posisi timnya jauh lebih menguntungkan dibandingkan para kompetitor terdekat di klasemen. Juara bertahan tersebut masih menduduki puncak klasemen unggul dua angka dari Borneo FC Samarinda yang mengemas 63 poin.

Filosofi kepelatihan Bojan yang santai namun tegas terlihat saat menanggapi isu tekanan mental yang mungkin menghinggapi anak asuhnya. Ia memiliki analogi unik untuk mendefinisikan apa yang sebenarnya disebut sebagai tekanan dalam kehidupan nyata.

Baca Juga: Bali United Kehilangan Boris Kopitovic di Laga Kontra Persita

“Tekanan itu kalau ada seseorang yang menodongkan pistol di depanmu, itu baru tekanan. Di sepak bola tidak ada yang seperti itu,” kata Bojan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis (23/4).

Meskipun selisih poin dengan rival terdekat tergolong tipis, Bojan memilih untuk tetap fokus pada aspek positif dari posisi timnya sekarang. Menurutnya, memimpin balapan adalah situasi yang jauh lebih baik daripada harus mengejar ketertinggalan poin dari tim lain.

“Memang keunggulan kecil, tapi lebih baik kami yang unggul daripada orang lain yang unggul. Jadi bagi kami, tidak ada tekanan,” ucapnya.

Baca Juga: Persis Solo Bungkam Bhayangkara FC, Althaf Indie: Persis Harus Bisa Bertahan di Super League

Suasana internal tim di tengah persiapan intensif ini dilaporkan sangat kondusif dan penuh dengan energi positif di setiap sesi latihan. Bojan mengungkapkan bahwa motivasi para pemain untuk berkontribusi di lapangan hijau sedang berada pada level tertinggi mereka.

Banyaknya pilihan pemain yang bugar justru menjadi satu-satunya persoalan teknis yang harus dihadapi oleh staf pelatih saat ini. Persaingan sehat di dalam internal skuad membuat penentuan starting eleven menjadi tugas yang cukup menantang bagi Bojan.

“Bagi saya, yang tersulit sekarang adalah karena saya punya 23 pemain, semuanya siap dan ingin bermain. Jadi bagi saya, tekanannya adalah memilih siapa yang harus disimpan,” ungkapnya.

Baca Juga: Persebaya Bidik Poin di Kandang Malut United, Bernardo Tavares: Jangan Ulangi Kesalahan yang Sama

Nada optimis serupa juga datang dari jenderal lapangan tengah sekaligus kapten kebanggaan Bobotoh, Marc Klok. Pemain naturalisasi tersebut sepakat untuk mengubah narasi tekanan menjadi sebuah tantangan profesional yang harus dijawab dengan prestasi.

“Ini adalah tantangan, dan tantangan ini untuk kita sendiri, untuk di ruang ganti, untuk skuad, untuk klub. Karena di terakhir, kalau kita lagi juara, kita tahu ini bukan keberuntungan, ini tidak karena kebetulan, ini karena kualitas,” ujar Klok.

Halaman:

Tags

Terkini