SportlinkNews - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, memberikan evaluasi mendalam terkait kinerja lini serang pasukannya dalam mengarungi kompetisi Super League 2025/26. Ia mengidentifikasi masalah utama yang masih membayangi anak asuhnya adalah rendahnya tingkat efektivitas saat berada di zona pertahanan lawan.
Persoalan mengenai penyelesaian akhir ini diakui telah menjadi catatan khusus bagi tim kepelatihan sejak dimulainya musim ini. Meskipun kerap tampil dominan dalam penguasaan bola, Persija kesulitan untuk mengonversi peluang matang menjadi gol yang menentukan kemenangan tim.
"Ya, seperti yang saya katakan, kami telah mengerjakan ini sejak awal kompetisi. Terkadang memang bola tidak bisa masuk (ke gawang lawan)," ungkap Souza.
Baca Juga: Putri KW Siap Buka Jalan, Indonesia Bidik Juara Grup Lawan Chinese Taipei di Piala Uber 2026
Souza menjelaskan setiap sesi latihan yang disusun selalu didasarkan pada hasil tinjauan pertandingan sebelumnya. Ia tidak ingin anak asuhnya mengulangi kesalahan yang sama, terutama saat sudah mampu menembus jantung pertahanan tim lawan.
"Kami selalu mencoba menganalisis pertandingan yang telah kami mainkan dan menyusun latihan berdasarkan apa yang kami pahami sebagai titik lemah tim," tuturnya.
Selain itu, Souza mencermati dalam beberapa pertandingan terakhir, pasukannya sebenarnya memiliki intensitas serangan yang sangat tinggi. Sayangnya, koordinasi dan ketenangan pemain di sepertiga akhir lapangan masih dianggap belum mencapai standar yang ia harapkan.
Baca Juga: Piala Thomas 2026: Indonesia vs Prancis, Menang Lolos, Kalah Terancam Tersingkir
"Kami menciptakan peluang di dua pertandingan terakhir, tetapi masih belum efektif di sepertiga akhir lapangan," ujarnya.
Keterbatasan waktu jeda antarpertandingan menuntut tim pelatih untuk bekerja lebih efisien dalam mengasah ketajaman para pemain. Persija memanfaatkan setiap detik sesi latihan untuk mengulang skema penyelesaian akhir dari berbagai sudut dan situasi yang berbeda di lapangan.
"Jadi, dalam waktu persiapan yang singkat ini, kami mencoba banyak berlatih di sepertiga akhir lapangan, dengan banyak latihan penyelesaian akhir dengan berbagai cara," ucapnya.
Baca Juga: Spanyol Tegaskan Ambisi Gelar Final Piala Dunia 2030 di Santiago Bernabeu
Terlepas dari kritikan Souza terhadap efektivitas tim, catatan statistik Persija sebenarnya tetap menunjukkan performa yang cukup impresif. Macan Kemayoran saat ini masih tercatat sebagai salah satu kontestan paling subur di Super League 2025/26.
Hingga menginjak pekan ke-29, Rizky Ridho dan kolega tercatat sudah berhasil menyarangkan total 52 gol ke gawang lawan. Pencapaian ini membuat Persija menduduki peringkat ketiga tim paling produktif, hanya berada di belakang Borneo FC Samarinda yang mengemas 61 gol dan Malut United dengan 54 gol.