liga-indonesia

Marcos Santos Merasa Malu Arema FC Dibantai Persebaya

Rabu, 29 April 2026 | 18:32 WIB
Pemain Persebaya Francisco Rivera (kanan) cetak brace di laga kontra Arema FC di pekan ke-30 Super League 2025/26. (@officialpersebaya)

SportlinkNews - Persebaya Surabaya sukses mempermalukan Arema FC dengan skor telak 4-0 dalam laga lanjutan Super League 2025/26 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Selasa (28/4). Hasil ini memperpanjang tren negatif Singo Edan yang belum pernah meraih kemenangan atas rival abadi mereka sejak Tragedi Kanjuruhan melanda.

Dominasi Persebaya terlihat jelas sepanjang pertandingan setelah barisan pertahanan Arema FC. Klub asal Malang tersebut seakan kehilangan daya juang total meski sebelumnya sempat menahan imbang tim kuat Persib Bandung.

Kekalahan memalukan ini menjadi sorotan tajam karena terjadi dalam duel bergengsi yang mempertaruhkan harga diri kedua kelompok suporter besar. Skor empat gol tanpa balas tersebut tercatat sebagai kekalahan terbesar Arema FC dari Persebaya sejak kompetisi memasuki era Liga 1.

Baca Juga: Antisipasi Dewa United Menghadapi Strategi Persijap Jepara di Laga Pekan ke-30 Super League

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, secara terbuka mengaku kegagalan anak asuhnya dalam menjaga mentalitas bertanding saat menghadapi tekanan tinggi laga derbi. Ia merasa sangat kecewa dengan performa tim yang tidak menunjukkan karakter petarung di atas lapangan.

"Pertama-tama, saya harus meminta maaf kepada para Aremania. Hari ini sungguh memalukan. Kami tidak memiliki mentalitas yang dibutuhkan dalam derby sebesar ini," kata Marcos usai laga.

Lini belakang menjadi titik lemah paling mencolok karena pemain Persebaya dengan sangat mudah mengobrak-abrik organisasi pertahanan Arema FC di kotak penalti. Selain rapuhnya tembok pertahanan, lini serang Singo Edan juga mengalami kendala serius terkait efisiensi penyelesaian akhir di depan gawang.

Baca Juga: Madura United FC Bertekad Menang di Padang Demi Lepas dari Zona Merah Super League

Statistik mencatat Arema FC melepaskan total 12 tembakan ke arah gawang, namun hanya empat di antaranya yang mampu mengarah tepat ke sasaran. Lemahnya koordinasi antar lini membuat transisi permainan dari menyerang ke bertahan menjadi celah yang terus dimanfaatkan oleh Persebaya.

Kiper Arema FC, Lucas Frigeri, sebenarnya sempat memberikan harapan setelah berhasil menepis tendangan penalti yang didapatkan oleh tim lawan di babak pertama. Akan tetapi, kegagalan pemain bertahan dalam mengantisipasi bola muntah membuat upaya keras sang penjaga gawang berakhir sia-sia.

Marcos menyoroti kurangnya dukungan dari pemain lain saat situasi krusial terjadi, terutama saat menghadapi serangan balik cepat dari kubu lawan. Ia menegaskan bahwa kesiapan mental dan fisik dalam menghadapi transisi lawan adalah evaluasi besar yang harus segera dibenahi.

Baca Juga: Taklukkan Persik Kediri Jadi Momentum Borneo FC Rebut Pimpinan Klasemen Super League

"Tembakan penalti berhasil ditangkap Lucas (Frigeri, kiper Arema FC), tapi pemain bertahan kami tidak bantu. Dua gol terakhir transisi cepat lawan, kami harus lebih siap. Saya minta maaf kepada Aremania," ucapnya.

Hasil buruk ini semakin mempertegas dominasi Persebaya yang belum terkalahkan oleh Arema FC dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Catatan sejarah menunjukkan bahwa Singo Edan terakhir kali merayakan kemenangan atas tim Bajul Ijo pada 15 Agustus 2019.

Halaman:

Tags

Terkini