liga-indonesia

Tiga Raksasa Sepak Bola Indonesia Kompak Tegakkan Aturan Larangan Cerawat

Rabu, 20 Mei 2026 | 17:57 WIB
Suporter Persebaya padati Gelora Bung Tomo (Persebaya)

SportlinkNews - Langkah serentak diambil oleh manajemen Persib Bandung, Persebaya Surabaya, dan Persija Jakarta menjelang bergulirnya laga pemungkas Super League 2025/26. Ketiga klub tersebut secara resmi mengampanyekan larangan ketat penggunaan cerawat atau flare di dalam area stadion.

Kebijakan tegas ini sengaja disosialisasikan demi menjamin kelancaran jalannya pertandingan penutup kompetisi. Selain itu, langkah preventif tersebut diambil untuk melindungi masing-masing klub dari ancaman sanksi denda yang berat dari otoritas sepak bola nasional.

Pekan terakhir dari kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (23/5). Momentum krusial ini diprediksi menghadirkan atmosfer yang sangat meriah di setiap tempat pertandingan karena menjadi ajang penentu akhir musim.

Baca Juga: Jadwal Pertandingan Pekan ke-34 Super League 2025/26, Penentuan Krusial Posisi Klasemen Akhir

Berdasarkan jadwal yang dirilis, tiga tim besar tersebut kebetulan sama-sama akan bertindak sebagai tuan rumah di markas mereka. Persib bersiap menjamu Persijap Jepara, Persebaya Surabaya menghadapi Persik Kediri, sementara Persija Jakarta meladeni Semen Padang.

Laga-laga tersebut direncanakan bergulir di kandang masing-masing tuan rumah. Kendati antusiasme penonton dipastikan membeludak, pihak manajemen dari ketiga klub justru diliputi kekhawatiran yang cukup besar.

Manajemen ketiga klub mengkhawatirkan adanya oknum suporter yang nekat membawa masuk serta menyalakan flare, petasan, maupun kembang api di tribune. Keberadaan benda-benda yang memicu asap pekat tersebut dinilai berpotensi mengacaukan jalannya pertandingan yang krusial.

Baca Juga: Seamus Coleman Mengakhiri Karier Bermainnya di Everton, Catat 434 Penampilan

Jika asap cerawat sampai menyelimuti lapangan, wasit memiliki wewenang penuh untuk menghentikan laga demi keselamatan bersama. Hal tersebut dinilai sangat merugikan jalannya pertandingan serta mengganggu kondisi kesehatan para atlet dan suporter lain.

Kondisi tersebut membuat jajaran manajemen Persib memberikan perhatian ekstra, terutama karena mereka berpeluang melakoni prosesi sakral pengangkatan piala. Potensi pelanggaran terkait penyalaan benda berbahaya tersebut diantisipasi sedini mungkin agar tidak merusak momen perayaan juara.

"Kami sangat melarang adanya nanti flare, petasan, dan segala macam, spesifik ketika pertandingan berlangsung hingga perayaan angkat piala. Karena prosesi itu berhenti ketika pialanya diangkat," kata Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PBB.

Baca Juga: Arema FC Bakal Tampil All Out Menghadapi PSIM Yogyakarta Demi Perbaiki Peringkat Klasemen Akhir

Pihak Persib mengingatkan bahwa sanksi keras dari Komite Disiplin PSSI selalu mengintai jika regulasi ini dilanggar oleh penonton. Manajemen berharap seluruh elemen suporter dapat menahan diri agar momen bersejarah klub tidak ternoda oleh hukuman.

Pesan senada juga disuarakan secara lantang oleh manajemen Persebaya yang meminta kedewasaan penuh dari para Bonek. Perwakilan Bajul Ijo berharap pendukung setianya mengutamakan aspek keselamatan sepanjang jalannya laga.

Halaman:

Tags

Terkini