liga-indonesia

Borneo FC Gagal Juara Super League 2025/26, Bojan Hodak Sebut Kurang Hoki

Minggu, 24 Mei 2026 | 17:46 WIB
Bojan Hodak di laga Bhayangkara FC vs Persib di pekan ke-30 Super League 2025/26. (Persib/Barly)

SportlinkNews - Nasib kurang beruntung harus dialami Borneo FC Samarinda dalam perebutan takhta tertinggi kompetisi kasta teratas sepak bola nasional musim ini. Pesut Etam gagal merengkuh trofi juara Super League 2025/26 meskipun berhasil mengumpulkan total poin yang sangat masif di akhir musim.

Kegagalan tragis Borneo FC dipastikan setelah Persib Bandung, mengunci gelar juara usai bermain imbang tanpa gol kontra Persijap Jepara. Pertandingan penentuan yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu (23/5) itu meruntuhkan harapan publik Samarinda.

Secara matematis, perolehan poin akhir Borneo FC sebenarnya sama kuat dengan Persib yang bertengger di puncak klasemen akhir. Namun, regulasi kompetisi memaksa tim kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur tersebut harus puas menjadi runner-up karena kalah dalam aspek head to head.

Baca Juga: Persib Akhiri Musim 2025/26 dengan Sejarah dan Dominasi di Super League

Pelatih Persib, Bojan Hodak, secara terbuka mengakui Borneo FC merupakan tim yang sangat tangguh namun kurang dinaungi dewi fortuna. Juru taktik asal Kroasia tersebut menilai ada faktor keberuntungan yang membedakan nasib kedua tim di akhir kompetisi.

“Mereka (Borneo FC) tidak punya keberuntungan. Mereka punya tim yang bagus tapi tidak memiliki keberuntungan. Lihat, musim ini lebih sulit karena setiap tim mempunyai tujuh pemain asing di lapangan. Dan setiap tim kini memiliki setidaknya lima pemain lokal yang bagus. Tentu saya ini membuat lebih sulit dan kualitas dari liganya berkembang jika dibandingkan musim-musim sebelumnya,” kata Hodak.

Keberhasilan menahan laju Borneo FC sekaligus menandai keberhasilan ketiga bagi Hodak dalam mempersembahkan gelar juara bagi Persib. Kendati timnya memastikan gelar lewat hasil imbang yang kurang memuaskan di laga pemungkas, ia memilih tidak ambil pusing.

Baca Juga: Dani Carvajal Menangis Setelah Penampilan Terakhirnya untuk Real Madrid

Hodak membenarkan bahwa catatan sejarah telah mengukir namanya dengan tinta emas di kancah sepak bola Indonesia. Namun, melihat ketatnya persaingan menguras energi yang melibatkan Borneo FC, ia mengaku belum mau memikirkan rekor pribadi tersebut.

“Hal pertama dalam benak saya adalah ketika laga ini usai, musim ini selesai, semuanya kelelahan. Kami sekarang ingin segera berlibur,” tuturnya.

Bagi Hodak, jalannya kompetisi musim ini terasa sangat melelahkan dan penuh tekanan berat dari tim-tim pesaing terdekat. Segala bentuk detail pertandingan yang terjadi sepanjang musim dinilai akan terlupakan dan digantikan oleh euforia akhir.

Baca Juga: Bologna 3-3 Inter: Juara Scudetto Akhiri Pertandingan dengan Kebangkitan Dramatis

“Tidak akan ada yang mengingat pertandingan, tidak akan ada yang mengingat pertandingan lainnya, semuanya hanya akan mengingat ini (momen juara). Hanya itu saja,” ucapnya.

Hodak kembali menegaskan betapa sulitnya merebut konsistensi dari tim kuat seperti Borneo FC demi mempertahankan gelar juara musim ini. Proses perombakan skuad yang masif di awal musim dinilainya hampir saja menggagalkan ambisi mereka jika tidak dibantu faktor hoki.

Halaman:

Tags

Terkini