“Lihat, tiga musim berturut-turut, musim ini menjadi yang lebih sulit dari musim lalu karena kami cukup banyak mengubah pemain. Ada 25 pemain baru dan di dua musim sebelumnya, pada dasarnya kami memiliki tim yang sama. Hanya ada perubahan beberapa pemain. Di musim ini, ada sangat banyak perubahan dan itu jadi lebih sulit. Jadi mungkin ada banyak keberuntungan,” ujarnya.
Baca Juga: Real Madrid Incar Transfer Erling Haaland setelah Kepergian Guardiola
Kualitas kompetisi yang meningkat pesat membuat torehan poin besar milik Borneo FC terasa tragis karena tidak membuahkan piala. Hodak pun menutup komentarnya dengan menyebut fenomena kegagalan sang rival di posisi kedua sebagai sebuah anomali yang cukup unik.
“Musim lalu, jika kami mendapatkan poin yang sama dengan musim lalu, kami mungkin hanya berada di peringkat 4-5 musim ini. Kalian bisa lihat tiga tim teratas sangat siap jika dibandingkan tim yang lain,” kata Hodak. “Pada akhirnya, ini lebih sulit dari musim yang sebelumnya dan saya rasa ini cukup aneh ketika ada tim yang mendapatkan 79 poin (Borneo FC) tetapi tidak bisa menjadi juara,” tuturnya.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)