SportlinkNews - Manajemen PSIM Yogyakarta secara resmi mengumumkan memperpanjang durasi masa bakti pelatih Jean Paul Van Gastel. Kebijakan tersebut diambil guna mematangkan persiapan taktis Laskar Mataram dalam menyongsong ketatnya persaingan di kompetisi kasta tertinggi Super League 2026/27.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmennya yang enggan menempuh jalur instan demi meraih kesuksesan di lapangan. Manajemen PSIM secara terbuka mengaku terinspirasi dari keberhasilan proyek jangka panjang berkelanjutan yang diterapkan oleh klub raksasa Inggris, Arsenal.
Keputusan mempertahankan juru taktik asal Belanda tersebut didasari oleh evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tim di sepanjang musim kompetisi 2025/26. Van Gastel dinilai sukses menanamkan filosofi permainan yang atraktif berupa skema menyerang yang dipadukan dengan dominasi penguasaan bola yang kuat.
Baca Juga: Persib Hattrick, Eliano Reijnders Tidak Mau Kalah dengan Sang Kakak
Fondasi awal yang diletakkan Van Gastel dirasa sangat memuaskan. General Manager PSIM, Steven Sunny, menekankan bahwa proses penciptaan sebuah kekuatan sepak bola yang disegani memang memerlukan investasi waktu.
"Coach Van Gastel sudah membuktikan kapasitasnya sepanjang musim ini. Yang terpenting, tim ini konsisten menunjukkan identitas permainan menyerang dan penguasaan bola dari awal hingga akhir musim," kata Steven.
Steven menggarisbawahi manajemen menaruh kepercayaan penuh pada proses pembinaan yang dijalankan oleh mantan asisten pelatih Feyenoord tersebut. Struktur tim yang kokoh dinilai tidak akan bisa terbentuk jika jajaran manajemen terlalu terburu-buru dalam menuntut hasil akhir yang instan.
Baca Juga: Teja Paku Alam Catat Rekor Baru 18 Clean Sheet di Super League 2025/26
"Membangun skuad yang kuat dan berkelanjutan juga tidak bisa dilakukan secara instan, semua membutuhkan proses yang terus berkembang. Karena itu, coach Van Gastel adalah sosok yang sangat tepat untuk melanjutkan fondasi ini," ucapnya.
Melalui cetak biru yang baru dirancang, PSIM berkomitmen untuk terus mematangkan kualitas internal klub secara bertahap dan terukur. Tujuan utama dari kebijakan tersebut adalah agar klub legendaris ini mampu menunjukkan eksistensi yang stabil di ketatnya persaingan kasta teratas.
Steven juga bersikap realistis mengenai target pencapaian tim di tengah masa transisi pembangunan skuad yang sedang berjalan. Pihaknya memahami betul bahwa Super League merupakan panggung kompetisi yang sangat melelahkan dan diisi oleh tim-tim mapan.
Baca Juga: Panca Takhta Persib: Dari Kompetisi Amatir Hingga Profesional
"Harapan kami tentu bisa bersaing dan tampil stabil di Super League karena ini adalah kompetisi yang panjang dan penuh tantangan," ujarnya.
Pihak manajemen meminta segenap pendukung setia untuk bersabar dan terus mengawal progres positif yang diperlihatkan oleh anak-anak asuh Van Gastel. Keberhasilan menembus papan atas klasemen dinilai akan datang dengan sendirinya apabila seluruh sistem di dalam tim sudah berjalan seimbang.