SportlinkNews - Hampir semua klub peserta kompetisi Super League 2026/27 menjalani program uji coba dengan klub sepak bola lainnya.
Seperti yang dilakukan PSIM Jogja yang menggelar latihan bersama sekaligus uji coba menghadapi Garudayaksa FC di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS), Selasa (25/8/2026).
Pertandingan tersebut berlangsung dalam format waktu normal 2 x 45 menit persis layaknya pertandingan resmi.
Baca Juga: Keluar dari Tech3, Enea Bastianini Bakal Bergabung dengan Trackhouse untuk Musim MotoGP 2027
Usai laga uji coba, pelatih kepala PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel, menyoroti banyak aspek evaluasi yang harus dilakukannya.
Pelatih asal Belanda itu juga mengingatkan kembali fungsi laga pramusim bagi keseluruhan anggota tim asuhannya.
Ia menjelaskan, “Pada dasarnya, setiap laga persahabatan bertujuan agar para pemain dapat tampil selama 90 menit, mengasah stamina fisik, dan mencoba menerapkan skema permainan yang kami inginkan.”
Baca Juga: Resmi: Juventus Datangkan Grabara dengan Status Pinjaman
Pelatih kelahiran Kota Breda ini menegaskan bahwa strategi yang mereka terapkan tidak jauh berbeda dengan beberapa laga yang sudah dijalani sebelumnya.
“Tidak ada, strateginya tetap sama. Strateginya sama saja. Hanya saja, seperti yang sudah saya sampaikan, tujuan laga persahabatan selalu serupa,” ungkapnya.
Meski hasil laga kali ini cukup baik, Van Gastel menyoroti satu hal. “Namun, hal yang paling penting bagi saya, dan menurut saya beberapa pemain mulai melupakannya, adalah saya harus memilih tim utama,” ujarnya.
Baca Juga: Persija Resmi Lepas Gustavo Almeida Jelang Bergulirnya Super League 2026/27
Pelatih berlisensi UEFA Pro ini merasa bahwa intensitas kompetisi sehat di dalam internal skuatnya belakangan ini menurun.
Van Gastel menegaskan, “Secara keseluruhan, saya merasa beberapa pemain justru memudahkan saya dalam menentukan pilihan tersebut, dan hal itulah yang sedikit mengkhawatirkan saya.”