SportlinkNews - Demi menghadirkan pertandingan yang nyaman dan aman bagi penonton yang datang ke Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, PSIM tingkatkan terus kelayakan operasional stadion.
Manajemen dan Match Organizing Committee (MOC) PSIM Jogja bersama Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda DIY telah menyelesaikan re-risk assessment atau proses penilaian risiko ulang sistem manajemen pengamanan tingkat stadion.
Peninjauan kelayakan operasional Stadion Sultan Agung Bantul tersebut berlangsung pada Senin (24/8/2026). Penilaian risiko ini bertujuan sebagai bentuk persiapan kompetisi musim 2026/27.
Baca Juga: Persib Hadapi Manila Digger, Uilliam Barros Terpaksa Absen
Hasil audit infrastruktur beserta evaluasi Stadion Sultan Agung ini mencatatkan nilai kelayakan total sebesar 74,92 persen.
Angka tersebut masuk dalam kategori baik dengan beberapa rekomendasi perbaikan minor sebelum seluruh laga resmi bergulir kembali.
Manajer operasional PSIM Jogja, Wendy Umar Seno Aji, menyebut pelaksanaan penilaian tersebut mencakup pengecekan ketat seluruh aspek infrastruktur fisik.
Baca Juga: Hadapi Garudayakasa FC, Van Gastel Akui PSIM Jogja Harus Banyak Berbenah
“Pihak Ditpamobvit sudah memeriksa detail tribun penonton, pintu darurat, alur jalur evakuasi, hingga memastikan kelayakan ragam fasilitas keselamatan untuk kelompok penyandang disabilitas saat pertandingan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Selain itu, ada pula beberapa rekomendasi terkait fasilitas medis dan kesehatan yang diperuntukkan untuk seluruh pihak terkait.”
Panitia penyelenggara pertandingan bergerak cepat menindaklanjuti rekomendasi sebelum jadwal kompetisi resmi musim 2026/27 dimulai.
Baca Juga: Janji Selebrasi Dansa Kim Sang-sik Mengiringi Ambisi Vietnam Pertahankan Gelar Piala AFF
Salah satu fokus utama perbaikan mencakup penguatan skema pengamanan tiga lapis beserta rekayasa lalu lintas area luar stadion.
Wendy menyebutkan, “Manajemen sedang menata ulang seluruh area kantong parkir sekaligus mempertegas pola pemisahan jalur akses masuk kendaraan roda dua maupun roda empat pada hari pertandingan.”