SportlinkNews - Manchester City pulang dari Anfield dengan suntikan kepercayaan diri besar setelah menaklukkan Liverpool 2-1 pada laga pekan ke-25 Liga Primer, Minggu (8/2). Kemenangan tersebut bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga pesan tegas bahwa The Citizens belum menyerah dalam perburuan gelar musim ini.
Hasil positif itu diraih Manchester City dengan cara yang tidak mudah. Sempat tertinggal lebih dahulu, klub yang bermarkas di Etihad tersebut menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan pada menit-menit akhir pertandingan.
Liverpool membuka keunggulan lewat tendangan bebas spektakuler Dominik Szoboszlai. Gol tersebut membuat tuan rumah berada di atas angin dan memberi tekanan besar kepada Manchester City sepanjang laga.
Baca Juga: Real Madrid Mempertahankan Persaingan Gelar La Liga
Namun, Manchester City menolak menyerah. Bernardo Silva menyamakan kedudukan sebelum Erling Haaland memastikan kemenangan lewat gol penentu, hanya berselang enam menit dari gol pertama.
Hasil ini memiliki arti historis bagi Manchester City. Pertama kalinya dalam 89 tahun, mereka mampu meraih kemenangan kandang dan tandang atas Liverpool dalam satu musim Liga Primer.
Lebih dari sekadar rekor, kemenangan ini menjaga jarak Manchester City dengan Arsenal tetap dalam batas yang bisa dikejar. Kini mereka tertinggal enam poin dari The Gunners di puncak klasemen yang mengemas 56 angka.
Baca Juga: Cristian Chivu Menganalisis Kemenangan 5-0 Inter atas Sassuolo dan Ujian Juventus Mendatang
Manajer Manchester City, Pep Guardiola menilai selisih tersebut belum menentukan apa pun. Mengingat masih panjangnya sisa kompetisi yang harus dijalani semua tim.
“Kami tertinggal enam poin. Oke, memang selisihnya besar, tapi banyak hal bisa terjadi,” kata Guardiola dikutip dari ESPN.
Guardiola menekankan bahwa padatnya agenda pertandingan bisa menjadi faktor penentu dalam perebutan gelar. Termasuk risiko cedera dan kelelahan pemain.
Baca Juga: Liverpool 1 Man City 2: Gol Erling Haaland Menghidupkan Kembali Persaingan Gelar Liga Premier
“Siapa tahu enam poin cukup (untuk Arsenal), tapi 13 pertandingan itu banyak dan Piala FA akan datang, final Piala Liga juga, Liga Champions kembali di bulan Maret dan cedera bisa terjadi,” ujarnya.
Menurut Guardiola, pengalaman panjangnya di berbagai kompetisi membuatnya yakin situasi bisa berubah drastis dalam waktu singkat.
Artikel Terkait
Arteta Meredam Pujian Guardiola, Arsenal Masih Jauh dari Sempurna
Pep Guardiola Sanjung Tinggi Antoine Semenyo dan Marc Guehi
Arteta Sebut Rivalitas dengan Guardiola Sehat, Samakan Nadal Vs Federer
Pep Guardiola Kembali Suarakan Kepedulian kepada Korban Perang
Guardiola Tetap Anggap Pencapaian ke Final Piala Liga Inggris Selalu Berat