SportlinkNews - Gelombang pergantian pelatih kembali mewarnai sepak bola Eropa pada 2026. Setelah Enzo Maresca, Xabi Alonso, dan Ruben Amorim lebih dulu kehilangan pekerjaan, kini giliran Thomas Frank yang harus angkat kaki dari kursi manajer.
Tottenham Hotspur resmi memecat Frank pada Rabu (11/2) sore WIB. Keputusan tersebut diambil setelah performa tim terus merosot.
Spurs tidak meraih kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir. Kini klub asal London tersebut terjerembap dalam persaingan menjauhi zona degradasi yang kontras dengan status mereka sebagai juara Liga Europa musim lalu.
Baca Juga: Lindsey Vonn Alami Kecelakaan Mengerikan, Begini Kabar Terbarunya Usai Operasi Ketiga
Situasi yang dialami Frank memantik tanggapan dari manajer Arsenal, Mikel Arteta. Ia menilai profesi pelatih di level tertinggi memang sarat tekanan dan risiko, termasuk kemungkinan diberhentikan sewaktu-waktu.
"Tentu saja, ini berita yang sangat menyedihkan ketika Anda kehilangan seorang kolega yang tidak lagi menjalankan pekerjaannya, karena Thomas adalah pelatih yang luar biasa, dan juga pria yang luar biasa - dan dia telah membuktikannya di liga," kata Arteta di laman resmi Arsenal.
"Kita tahu di mana posisi kita, dan bagaimana tanggung jawab kita lebih dari sekadar performa, dan saya berharap yang terbaik untuknya dalam apa pun yang dia putuskan untuk lakukan selanjutnya."
Baca Juga: Dewa United FC Datangkan Bek Tangguh Jebolan Major League Soccer
Arteta sendiri termasuk manajer yang relatif lama bertahan di klubnya. Ia menangani Arsenal sejak 2019, sementara Pep Guardiola sudah bersama Manchester City sejak 2016. Di tengah kultur Liga Primer yang keras terhadap hasil, masa kerja panjang menjadi sesuatu yang langka.
Meski belum mempersembahkan trofi sejak Piala FA 2020, Arteta tetap mendapat kepercayaan karena perkembangan signifikan yang ditunjukkan Arsenal. The Gunners kini menjelma menjadi salah satu kekuatan utama Eropa dan musim ini bersaing dalam perebutan empat gelar sekaligus.
Saat ditanya mengenai keberlanjutan era kepelatihannya, Arteta menilai setiap klub memiliki dinamika berbeda. Ia mengatakan klub punya kebijakan masing-masing dalam soal kepercayaan kepada pelatih.
Baca Juga: Coros Pace 4 Jam Tangan untuk Aktivitas Bersepeda dan Olahraga Outdoor Dilengkapi Mikropon Internal
"Saya rasa setiap era berbeda di setiap klub. Saya pikir di Liga Primer, kita memiliki dua manajer paling ikonik, yaitu Arsene (Wenger) dan Sir Alex (Ferguson) selama bertahun-tahun," ucapnya.
"Kedua klub tersebut telah banyak berubah, jadi saya tidak tahu - itu tergantung pada banyak faktor, dan yang pertama adalah memiliki pemain yang mendukung Anda, menikmati apa yang mereka lakukan, dan percaya pada apa yang Anda lakukan - itu hal yang besar."
Artikel Terkait
Arsenal 1 Chelsea 0 (agregat 4-2): The Gunner Berpeluang Menuju Quadruple
Arsenal Singkirkan Chelsea, Arteta Tegaskan Target Juara
Arsenal Unggul Paling Besar di Puncak Klasemen Sejak Era Invincibles Wenger
Masih Ada Waktu Manchester City Menyalip Arsenal
Man City 3 Fulham 0: Gol Haaland Pangkas Selisih Poin dengan Arsenal