Pemecatan itu menyusul kegagalan membawa klub Turki tersebut tampil di kompetisi antarklub Eropa setelah tersingkir beruntun dari Kualifikasi Liga Europa dan Liga Konferensi.
Sehari berselang, giliran Mourinho yang diberhentikan Fenerbahce pada Jumat (29/8/2025).
Baca Juga: Pertina Mendapat Perhatian dari Asian Boxing, HBL Berkomitmen Bangkitkan Tinju Indonesia
Pelatih berjuluk The Special One gagal membawa timnya lolos ke fase liga Liga Champions setelah tersingkir di babak play-off.
Ditambah hasil musim lalu yang hanya finis di posisi kedua Liga Turki dan konflik nonteknis yang ramai dibicarakan media lokal, manajemen Fenerbahce akhirnya memilih mengakhiri kerja sama.
Mourinho sendiri baru bekerja di klub tersebut sejak 2 Juni 2024.
Baca Juga: Presiden Asian Boxing Ucapkan Selamat kepada HBL dan Sambut Kehadiran Pertina
Nasib Solskjaer dan Mourinho kemudian diikuti Erik ten Hag.
Mantan pelatih Ajax itu resmi dipecat Bayer Leverkusen pada Senin (1/9/2025), hanya 99 hari setelah menggantikan Xabi Alonso pada Juli lalu.
Opta bahkan mencatatnya sebagai rekor pemecatan tercepat di Bundesliga.
Baca Juga: Erik Ten Hag Hampir Dipecat Leverkusen Setelah Hanya 3 Pertandingan
Ten Hag hanya memimpin dua laga liga: kalah 1-2 dari Hoffenheim dan imbang 3-3 melawan Werder Bremen.
Kehilangan sejumlah pilar dan racikan taktik yang dianggap tidak meyakinkan membuat manajemen Leverkusen menarik palu pemecatan.
“Keputusan ini tidak mudah, tetapi dalam beberapa minggu terakhir jelas terlihat membangun tim baru dengan kondisi ini tidak memungkinkan,” kata Direktur Olahraga Leverkusen, Simon Rolfes, dikutip dari Voetbal International.