Setelah bertemu Liverpool, "Setan Merah" akan menjamu Brighton, bertandang ke Nottingham Forest, dan Tottenham.
Ketiga lawan ini sekilas tampak tidak terlalu kuat, kecuali tim terakhir yang sedang mengawali musim dengan baik di bawah pelatih kepala barunya.
Namun, dalam 2 musim terakhir, Man United selalu pulang dengan tangan kosong saat menghadapi Brighton dan Tottenham.
Pelatih Ruben Amorim pernah mengalami kegagalan serupa musim lalu saat menangani tim Old Trafford.
Baca Juga: Carlos Yulo Sambut Kejuaraan Dunia di Jakarta sebagai Momentum Kebangkitan Gimnastik ASEAN
Mereka kalah 1-3 di kandang sendiri dari Brighton (19 Januari 2025); kalah 0-1 dari tim tuan rumah Nottingham pada 1 April 2025, dengan mantan striker Elanga mencetak satu-satunya gol saat membobol gawang mantan timnya dan kalah 0-1 dari Tottenham.
Kekalahan tersebut merupakan salah satu dari 4 kekalahan melawan "Roosters" musim lalu, termasuk kekalahan di final Liga Europa yang menyebabkan tim tersebut gagal meraih tiket kembali ke Liga Champions.
Hasil empat pertandingan berikutnya menjadi tolok ukur musim Man United dan reputasi pelatih Ruben Amorim.
Oleh karena itu, Amorim dan timnya tentu akan berusaha meraih poin di Anfield, menjadikannya motivasi untuk babak selanjutnya.
Baca Juga: Fajar/Fikri Siap Hadapi Tantangan Baru dari Hoki/Kobayashi di Final Denmark Open 2025
Seandainya pertandingan Liverpool - Man United di pekan ke-8 Liga Primer berlangsung beberapa minggu lebih awal, bukan pukul 22.30 hari ini, 19 Oktober, tim tuan rumah di Anfield diprediksi akan mendominasi sepenuhnya.
Pasalnya, setelah pekan ke-5, "brigade merah" memenangkan kelima pertandingan tersebut, unggul 8 poin dari rival sekota mereka, "setan merah". Namun, tak ada yang bisa memprediksi apa pun, terutama di sepak bola.
Baca Juga: Tiga Kali Beruntun! Petrokimia Gresik Tak Terbendung di Livoli Divisi Utama 2025
Hanya dalam 8 hari, tim kota pelabuhan Inggris itu menelan 3 kekalahan beruntun, termasuk 2 kekalahan melawan Crystal Palace dan Chelsea di Liga Primer, di antaranya "aib" di kandang Galatasaray di Liga Champions.
Akibatnya, Arne Slot dan timnya kehilangan posisi puncak liga domestik dari Arsenal, dan muncul kekhawatiran tentang ketidakseimbangan tim. Namun, perlu dicatat bahwa ketiga kekalahan tersebut terjadi di kandang lawan.