“Sebagai pelatih, ia mendapat banyak tekanan dari luar. Anda bisa melihat dan mendengarnya sendiri."
"Tapi ia berusaha menanggung tekanan itu sendirian, bukan membaginya ke tim. Ia melindungi kami, dan itulah yang dilakukan para pelatih hebat.”
Baca Juga: Raih Tujuh Emas, Kontingen DKI Jakarta Raih Juara Umum Shorinji Kempo PON Bela Diri 2025
Ruben Amorim memang dikenal tenang dalam menghadapi kritik.
Saat Lammens pertama kali didatangkan ke Old Trafford, keputusannya sempat dipertanyakan, bahkan dikritik langsung oleh legenda klub, Peter Schmeichel.
Alih-alih menanggapi tekanan publik, Amorim justru memberi waktu bagi Lammens untuk beradaptasi.
Baca Juga: Krisis Belum Usai, Barcelona Terungkap Masih Miliki Utang Fantastis Rp3 Triliun
Kiper muda itu baru diberikan kesempatan bermain pada pekan ketujuh dan kedelapan Liga Inggris 2025–2026.
Keputusan tersebut terbukti tepat, karena Lammens langsung menunjukkan performa gemilang, membantu tim meraih kemenangan beruntun dan meredakan tekanan besar kepada Amorim.
Kemenangan atas Liverpool, sang juara bertahan, menjadi sorotan utama.
Baca Juga: Emerson Leao Peringatkan Ancelotti: Jangan Panggil Neymar ke Timnas Brasil
Selain memperpanjang tren positif Man United, hasil tersebut juga menjadi kemenangan beruntun pertama Amorim di Liga Inggris sejak ditunjuk sebagai pelatih pada November 2024.
Kini, Man United menempati posisi kesembilan klasemen sementara dengan 13 poin dari delapan pertandingan.
Catatan itu hanya terpaut enam poin dari Arsenal di puncak klasemen dan dua poin dari zona empat besar.
Baca Juga: Isyarat Balik ke Timnas Indonesia? Shin Tae-yong Suka Unggahan Erick Thohir di Instagram