SportinkNews - Dengan rentetan 4 kekalahan beruntun di Liga Primer, Liverpool benar-benar cemas saat menjamu Crystal Palace di putaran ke-4 Piala Liga pada 30 Oktober.
Moral para pemain Liverpool belum pernah serendah ini dan mereka tak bisa tidak khawatir akan konfrontasi "kurang beruntung, lebih berisiko" dengan Crystal Palace di Anfield pertengahan pekan ini.
Dulu pernah menjadi "umpan empuk" bagi Liverpool, namun kini kisahnya jauh berbeda bagi Crystal Palace sejak awal tahun 2025.
Baca Juga: KTM Belum Konsisten, Pedro Acosta Akui Tak Puas dengan Musim MotoGP 2025
Palace tak hanya mampu menahan imbang Liverpool, sang juara bertahan, di putaran final Liga Primer musim lalu, mereka juga mengalahkan The Kop di Community Shield (juga dikenal sebagai Piala Super) pada bulan Agustus.
Lebih dari sebulan kemudian, tim Liverpool yang sedang on fire dengan lima kemenangan dalam lima pertandingan pembuka musim Liga Primer yang baru tiba-tiba tumbang di London, tepat di lapangan Palace.
Kekalahan mengejutkan itu menandai perjalanan panjang Liverpool yang "raksasa", termasuk 4 kekalahan beruntun di Liga Primer dan rekor buruk 5 kali tersandung dalam laga tandang ke London.
Baca Juga: Brentford Menambah Penderitaan Liverpool, Arne Slot Soroti Penalti VAR
Apakah "The Kop" dapat bangkit tepat waktu di kompetisi piala pertengahan pekan ini saat menghadapi "musuh bebuyutannya" Palace atau tidak, sungguh menjadi masalah yang sulit bagi pelatih Arne Slot dan timnya.
Kekhawatiran Liverpool bukannya tanpa dasar. Mohamed Salah baru saja "mencetak gol" lagi dalam pertandingan melawan Brentford akhir pekan lalu.
Tapi tidak ada yang bisa menjamin bahwa ia akan menemukan kembali naluri mencetak golnya setelah "jatuh" dalam performanya terlalu lama.
Di sekelilingnya, para penyerang seperti Hugo Ekitike, Alexander Isak, dan Florian Wirtz tidak jauh lebih baik, sementara pilar-pilar pertahanan seperti Van Dijk dan Ibrahima Konate sudah lama tidak tampil prima.
Baca Juga: Gary Neville Sebut Milos Kerkez Jadi 'Virus' di Liverpool, Biang Kemunduran The Reds
Liverpool sedang mengalami penurunan performa, Crystal Palace juga tidak dalam kondisi terbaiknya dengan 4 pertandingan terakhir berturut-turut yang semuanya berakhir imbang dan kalah.