Hasil pemeriksaan lanjutan mengonfirmasi bahwa Isak mengalami cedera akut yang membutuhkan penanganan operasi.
Baca Juga: PSSI Bidik John Herdman, Formasi Tiga Bek Kembali Jadi Andalan Timnas Indonesia
Berdasarkan estimasi awal, Alexander Isak diperkirakan akan absen selama beberapa bulan.
Target paling cepat bagi sang pemain untuk kembali menjalani latihan diproyeksikan pada April 2026.
Kondisi ini jelas menjadi pukulan telak bagi Liverpool, yang tengah berharap performa Isak segera menanjak.
Baca Juga: Isu Kembali ke Italia Mencuat, Federico Barba Pilih Prioritaskan Persib Bandung
Didatangkan dari Newcastle United pada bursa transfer musim panas lalu dengan nilai mencapai 125 juta paun atau sekitar Rp2,8 triliun, Isak belum sepenuhnya menunjukkan ketajaman seperti yang diharapkan.
Hingga saat ini, ia baru mengoleksi tiga gol dari 16 pertandingan bersama The Reds di semua kompetisi.
Jika ditarik perbandingan kasar, Liverpool harus mengeluarkan rata-rata 41,7 juta paun hanya untuk setiap gol yang dicetak Isak.
Dalam kurs rupiah, nilai tersebut setara hampir Rp1 triliun per gol, sebuah angka yang tentu menjadi sorotan tajam publik sepak bola.
Masalah Liverpool tidak berhenti pada kerugian finansial semata.
Cedera panjang ini juga berpotensi memengaruhi performa Isak di masa depan.
Baca Juga: Persija Pulang Tanpa Poin Lawan Semen Padang, Emaxwell hingga Rizky Ridho Kritik Wasit
Tidak ada jaminan bahwa sang penyerang dapat kembali ke level terbaiknya setelah pulih.