SportlinkNews - Chelsea memulai 2026 dengan berita mengejutkan. Enzo Maresca resmi meninggalkan kursi manajer klub, hanya beberapa bulan setelah sukses membawa The Blues menjuarai Piala Dunia Antarklub di musim pertamanya melatih.
Kepergian Maresca diumumkan Chelsea saat tim tengah menempati posisi kelima klasemen Liga Primer 2025/26. Hal ini menunjukkan keberhasilan di level internasional tidak menjamin stabilitas di liga domestik.
Chelsea menyatakan keputusan ini dilakukan atas kesepakatan bersama. Tujuannya memberi peluang terbaik bagi tim untuk kembali ke jalur kemenangan dan menjaga peluang di empat kompetisi yang sedang dijalani.
Baca Juga: MotoGP 2026: Jadwal Peluncuran Tim dan Uji Coba Pramusim Sebelum Balap Perdana di Buriram
"Chelsea Football Club dan Pelatih Kepala Enzo Maresca telah sepakat untuk berpisah," tulis keterangan resmi Chelsea.
Dalam pernyataan itu, prestasi Maresca tetap diapresiasi. Selama memimpin Chelsea, ia membawa tim meraih UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub, pencapaian yang dianggap sebagai bagian penting sejarah terbaru klub.
"Selama masa tugasnya di klub, Enzo berhasil membawa tim meraih kesuksesan dengan menjuarai UEFA Conference League dan FIFA Club World Cup. Pencapaian tersebut akan selalu menjadi bagian penting dari sejarah terbaru klub, dan kami mengucapkan terima kasih atas kontribusinya bagi Chelsea Football Club."
Baca Juga: Keputusan Mengejutkan, Borneo FC Lepas Fajar Fathurrahman
Chelsea menegaskan keputusan ini diambil untuk kepentingan tim. Meski sukses di musim lalu, Maresca dan klub percaya perubahan akan memberi The Blues peluang terbaik untuk melanjutkan musim dengan arah yang tepat.
"Dengan sejumlah target penting yang masih diperjuangkan di empat kompetisi, termasuk kualifikasi ke Liga Champions, Enzo dan klub percaya bahwa perubahan ini akan memberi tim peluang terbaik untuk mengembalikan musim ke jalur yang tepat."
Situasi di Liga Primer memang menjadi faktor tambahan. Chelsea hanya meraih satu kemenangan dari tujuh laga terakhir, dan hanya mengumpulkan enam poin dari enam pertandingan sepanjang Desember, sehingga jarak dengan Arsenal di puncak melebar hingga 15 poin.
Namun, performa buruk di lapangan bukan satu-satunya alasan. Maresca sebelumnya sempat menjadi sosok yang dihormati di internal klub berkat pencapaiannya membawa Chelsea finis di empat besar dan menjuarai dua trofi internasional.
Ketegangan mulai muncul setelah kemenangan 2-0 atas Everton, satu-satunya kemenangan Chelsea di Liga Primer sepanjang Desember. Maresca secara terbuka menyebut banyak pihak di klub membuatnya mengalami "48 jam terburuk" sejak bergabung.