SportlinkNews - Manajer Chelsea, Liam Rosenior, menunjukkan kemarahan sebelum laga semifinal leg kedua Piala Liga Inggris kontra Arsenal. Ia menuding tim lawan tidak menghormati area pemanasan timnya.
Kejadian itu berlangsung di Stadion Emirates pada tengah pekan lalu, saat Chelsea bertandang. Beberapa momen sebelum pertandingan menunjukkan Rosenior tampak kesal dan melontarkan protes ke arah staf Arsenal.
Penyebab utama kemarahan Rosenior adalah aktivitas pemanasan pemain Arsenal yang dianggap masuk ke area Chelsea, sehingga mengganggu persiapan tim tamu.
Baca Juga: Dukung Francesco Totti Jadi Direktur Roma, Radja Nainggolan: Level Serie A Telah Turun
Namun, beberapa cuplikan video memperlihatkan bahwa yang mengambil bola hasil tendangan jauh kiper adalah staf pelatih Arsenal, bukan pemain secara langsung.
Menaggapi kejadian ini, manajer Arsenal, Mikel Arteta, menekankan hal tersebut biasa terjadi dalam sepak bola. Meski begitu ia tetap meminta maaf bila menyinggung Rosenior.
"Saya tidak tahu ya, itu pendapat dia dan kami menghormati siapa pun," kata Arteta dikutip BBC.
Baca Juga: Ditantang Persebaya, Bali United FC Punya Momentum Kuat untuk Bangkit
"Di titik manapun, kalau salah satu anggota staf melakukannya, kami meminta maaf. Sebenarnya itu hal yang sangat umum di sepak bola ya, dengan para kiper, mereka perlu melakukan tendangan jauh."
Kejadian sebelum laga ini terjadi di tengah tensi tinggi semifinal Piala Liga Inggris. Kedua tim tengah berjuang untuk melaju ke final.
Dalam pertandingan itu, Chelsea akhirnya harus mengakui keunggulan Arsenal. The Blues kalah 0-1 akibat gol mantan pemain mereka, Kai Havertz, pada masa injury time.
Hasil ini membuat Chelsea tersingkir dengan agregat 2-4, sekaligus menutup peluang mereka ke final.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)