liga-inggris

Mahal tapi Belum Maksimal, Performa Eze Disorot Usai Diganti di Babak Pertama

Jumat, 13 Februari 2026 | 23:08 WIB
Eberechi Eze diganti pada babak pertama pada Kamis malam, 12 Februari 2026, saat melawan Brentford di Gtech Community Stadium. (Rob Newell)

SportlinkNews - Manajer Mikel Arteta angkat bicara soal keputusannya menarik keluar Eberechi Eze pada babak pertama saat Arsenal bermain imbang 1-1 melawan Brentford di Gtech Community Stadium, Kamis, 12 Februari waktu setempat.

Arteta menegaskan pergantian itu murni pertimbangan taktik. Menurutnya, Eze belum mampu memberi dampak yang dibutuhkan tim dalam menghadapi tekanan agresif Brentford.

"Dengan cara mereka menekan, kami membutuhkan profil pemain lain untuk menciptakan lebih banyak masalah di area tersebut. Odegaard masuk dengan baik dan level permainan tim meningkat," katanya.

Baca Juga: Cedera Tak Geser Shai dari Puncak MVP Ladder

Didatangkan dengan mahar £67,5 juta atau sekitar 91,9 juta dolar AS, Eze menjadi salah satu transfer termahal dalam sejarah Arsenal.

Kepindahannya musim panas lalu sempat dipandang sebagai kisah emosional, kembali ke klub masa kecil yang pernah melepasnya saat berusia 13 tahun. Namun kini, ekspektasi besar mulai berubah menjadi sorotan tajam.

Dalam laga tersebut, Eze hanya mencatat 17 sentuhan, menyelesaikan sembilan dari 11 umpan, tanpa menciptakan peluang maupun melepaskan tembakan.

Baca Juga: Jose Tirado Pantau Nation Cup 2026, Soroti Grassroot hingga Atmosfer Gila Futsal Indonesia

Nilai gabungan expected goals (xG) dan expected assists (xA) untuk setengah laga hanya 0,02, angka yang jauh dari harapan bagi pemain yang diplot sebagai motor kreativitas utama.

Padahal, kilasan kualitasnya sempat terlihat saat mencetak hat-trick dalam Derby London Utara pada akhir November.

Namun sejak itu, kontribusi gol maupun assist mengering. Ia bahkan sempat absen sepanjang Desember hingga Januari, dan Kamis menjadi starter liga pertamanya dalam dua bulan terakhir.

Baca Juga: Menang Telak 3-1, Putri Jakarta Livin' Mandiri Buka Peluang ke Final Four

Secara statistik musim ini, pemain 27 tahun tersebut mencatat rata-rata 0,32 gol dan 0,16 assist per 90 menit, dengan 3,42 sentuhan di kotak penalti lawan serta 1,59 dribel sukses.

Angka-angka itu menunjukkan potensi, tetapi belum cukup konsisten untuk mengangkat Arsenal di fase krusial musim.

Arteta sendiri masih memberi pembelaan. Ia menilai adaptasi di klub baru bukan perkara mudah, apalagi menghadapi tim dengan karakter fisik seperti Brentford.

Baca Juga: Eleonora Incardona Menggoda Penggemar Tanpa Bra

"Bermain melawan mereka sulit, bola jarang di tanah dan permainan sering terputus. Untuk pemain kreatif, situasi seperti itu lebih menantang," tukasnya.

Di tengah padatnya jadwal dan absennya beberapa pemain seperti Kai Havertz serta Mikel Merino, peluang Eze untuk membuktikan diri masih terbuka.

Arsenal bersaing di empat kompetisi dan membutuhkan kedalaman skuad yang mampu menjaga level permainan.

Baca Juga: Undian Piala Asia 2026: Timnas Indonesia di Grup Neraka, Vietnam Tantang Korsel

Di luar level klub, tekanan juga datang dari tim nasional. Eze sebelumnya rutin masuk tim Inggris sejak debut pada Juni 2023 dan bahkan mencetak gol dalam dua laga kualifikasi Piala Dunia terakhir.

Namun dengan performa klub yang menurun dan persaingan ketat di lini serang, posisinya jelang Piala Dunia 2026 bisa terancam jika tak segera menemukan kembali sentuhan terbaiknya.

Tags

Terkini