SportlinkNews - Kritik tajam dialamatkan kepada Arsenal di tengah persaingan gelar Liga Primer musim ini. Mantan gelandang Tottenham Hotspur, Rafael van der Vaart, menilai The Gunners belum memiliki pemain dengan status kelas dunia.
Penilaian tersebut muncul saat Arsenal masih memuncaki klasemen. Namun, dua hasil imbang beruntun membuat posisi klub asal London tersebut mulai terancam.
Terbaru, Arsenal gagal mempertahankan keunggulan saat menghadapi Wolverhampton Wanderers. Sempat unggul dua gol, pasukan asuhan Mikel Arteta harus puas dengan skor 2-2 melawan tim juru kunci.
Baca Juga: MotoGP 2026 Segera Dimulai, Ini Jadwal Lengkapnya
Hasil itu memangkas jarak di puncak klasemen menjadi lima poin. Manchester City berpeluang mendekat menjadi dua angka apabila mampu mengalahkan Newcastle United.
Situasi tersebut kembali memunculkan perdebatan soal mentalitas Arsenal dalam perburuan gelar. Dalam beberapa musim terakhir, mereka sempat memimpin klasemen cukup lama sebelum akhirnya gagal menjadi juara.
Van der Vaart menilai salah satu faktor yang membatasi Arsenal adalah ketiadaan figur berkelas dalam skuad. Ia bahkan menyebut komposisi pemain saat ini belum cukup untuk bersaing di level tertinggi Eropa.
Baca Juga: Persib Tegaskan Laga Kontra Persita Tanpa Suporter Tamu di GBLA
"Arsenal tidak punya pemain kelas dunia, saya setuju dengan Wayne Rooney," kata Van der Vaart seperti dilansir Metro.
"Mungkin lebih baik bilang kalau Arsenal punya 'bintang' di timnya, mereka punya pemain-pemain yang bagus banget, tapi tidak ada yang kelas dunia," Van der Vaart menambahkan.
Menurutnya, label kelas dunia bukan sekadar soal kualitas teknis. Ia menekankan pentingnya karakter dan sikap saat menghadapi tekanan pertandingan besar.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Serie A Italia, Jay Idzes Buka Laga Pekan ke-25
"Untuk jadi pemain kelas dunia, itu bukan cuma soal performa, Anda butuh sikap di lapangan," ucap sosok asal Belanda tersebut.
Van der Vaart juga menyinggung perbandingan dengan klub raksasa Spanyol, Real Madrid. Ia meragukan para pemain Arsenal mampu menghadapi tekanan yang lebih besar di sana.