liga-inggris

Setan Merah Bakar £37,3 Juta untuk Dua Manajer, Krisis Kursi Pelatih Berlanjut

Jumat, 27 Februari 2026 | 23:35 WIB
Manajer Manchester United, Ruben Amorin. (sportillustrated)

SportlinkNews - Krisis manajerial kembali membebani keuangan Manchester United.

Klub berjuluk Setan Merah itu dikabarkan telah menyiapkan dana kompensasi maksimal mencapai 21,5 juta dolar AS (sekitar £15,9 juta) terkait pemutusan kontrak Ruben Amorim pada awal 2026.

Manajemen sebelumnya sudah mengeluarkan sekitar £10 juta untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Portugal tersebut beserta stafnya.

Baca Juga: Paruh Musim IBL GoPay 2026: Bramah Menggila, Cooper Kuasai Dua Kategori

Namun, berdasarkan dokumen keuangan terbaru, angka itu masih berpotensi membengkak karena penyelesaian akhir belum sepenuhnya rampung. 

Laporan The Guardian menyebut sejumlah klausul, termasuk kemungkinan Amorim belum mendapatkan pekerjaan baru dalam periode tertentu, bisa membuat total kompensasi semakin besar.

Situasi ini memperpanjang daftar keputusan mahal United dalam beberapa musim terakhir. Di bawah kepemimpinan Sir Jim Ratcliffe dan grup INEOS, pencarian manajer jangka panjang belum juga menemukan titik terang.

Baca Juga: Francesco Bagnaia Gagal Tembus Q2 Akui Jalani Hari yang Buruk di Buriram

Sebelum Amorim, United lebih dulu memperpanjang kontrak Erik ten Hag selama dua tahun pada Juli 2024. Namun keputusan itu hanya bertahan seumur jagung.

Beberapa bulan kemudian, Ten Hag dipecat dengan kompensasi mencapai £10,4 juta.

Amorim kemudian ditebus dari Sporting CP dengan biaya sekitar £11 juta. Ironisnya, kerja sama itu pun berakhir cepat, hanya 14 bulan setelah kepergian Ten Hag pada Oktober 2024.

Baca Juga: Menuju SEABA Qualifiers 2026, PERBASI Siapkan Generasi Baru Basket Indonesia

Jika seluruh komponen dihitung, eksperimen Amorim bisa menelan biaya hingga £26,9 juta, di luar gaji dan operasional lainnya.

Artinya, total dana yang telah dikeluarkan INEOS untuk merekrut sekaligus memecat dua manajer terakhir menyentuh angka sekitar £37,3 juta.

Nominal tersebut memang tidak sebesar belanja transfer pemain elite, tetapi tetap menjadi beban signifikan, terutama di tengah kebijakan efisiensi yang membuat klub memangkas sejumlah karyawan.

Baca Juga: Manchester City Kontak Vinicius Junior di Tengah Rencana Transfer Musim Panas

Berbeda dengan pemain, manajer tidak memiliki nilai jual kembali di pasar. Jika seorang striker gagal tampil optimal, klub masih bisa menjualnya atau meminjamkannya.

Namun untuk pelatih, kompensasi pemutusan kontrak hampir selalu menjadi kerugian murni.

Kondisi ini bisa memengaruhi strategi United dalam mencari nakhoda baru pada musim panas mendatang. Menghindari biaya tebus kontrak kemungkinan menjadi prioritas, sehingga kandidat berstatus bebas lebih realistis untuk dikejar.

Baca Juga: Pakar Sepak Bola Malaysia: Soal Pemain Naturalisasi Bodong, AFC Telah Mengambil Keputusan

Beberapa nama pun muncul dalam radar. Roberto De Zerbi tersedia setelah berpisah dengan Olympique de Marseille. Oliver Glasner juga akan meninggalkan Crystal Palace. 

Sementara kontrak Mauricio Pochettino bersama United States men's national soccer team dijadwalkan berakhir selepas Piala Dunia. Di internal klub, Michael Carrick yang kini menangani tim sebagai pelatih interim juga masuk pertimbangan.

Dengan menekan biaya kompensasi, MU berpeluang mengalihkan dana ke sektor yang lebih produktif, yakni perombakan tim.

Baca Juga: PBPI Minta Kajian Ulang Larangan Lapangan Padel di Permukiman Jakarta

Mengingat kebutuhan belanja yang bisa menembus £200 juta demi membangun ulang tim, setiap pound kini terasa krusial bagi raksasa Old Trafford tersebut.

Tags

Terkini