liga-inggris

Guardiola Enggan Menghakimi Tren Gol Lewat Bola Mati Meningkat

Rabu, 4 Maret 2026 | 04:54 WIB
Pep Guardiola di laga Manchester City vs Wydad AC (Mancity)

SportlinkNews - Di balik persaingan sengit memperebutkan mahkota Liga Primer 2025/26, tersaji sebuah perbedaan taktik yang mencolok antara Manchester City dan Arsenal. Meski Mikel Arteta merupakan murid langsung Pep Guardiola, keduanya kini menempuh jalur yang benar-benar berbeda untuk meraih kemenangan.

Arsenal musim ini telah menjelma menjadi raja bola mati yang sangat pragmatis. Tercatat, 33 persen dari 58 gol The Gunners lahir dari situasi bola mati, termasuk 16 gol yang berasal dari skema sepak pojok. Statistik ini mengukuhkan mereka sebagai tim paling mematikan dalam memanfaatkan bola mati di Inggris.

Sebaliknya, Manchester City justru seolah menepi dari tren baru yang kini tengah menjangkiti liga. Saat tim-tim lain mulai terobsesi dengan bola mati, The Citizens tetap setia pada DNA penguasaan bola yang rumit. Faktanya, gol dari bola mati mereka hanya menyentuh angka 10,5 persen, menempatkannya sebagai tim kedua terbanyak dari bawah dalam kategori tersebut.

Baca Juga: Jadwal Lengkap NBA 2026: Play-In 14 April, Final Mulai 3 Juni

Tren ini sebenarnya mencerminkan perubahan besar di Liga Primer secara umum. Musim ini, 27 persen gol di liga berasal dari bola mati yang merupakan angka tertinggi sejak musim 2009/10. Bahkan, jumlah gol dari sepak pojok yang mencapai 138 gol telah melampaui catatan sepanjang musim lalu.

Guardiola, yang tetap teguh pada filosofi tika-taka sejak tiba di Inggris pada 2016, mengakuiadanya pergeseran tersebut. Namun baginya, obsesi Inggris terhadap bola mati bukanlah hal baru.

"Bola mati mulai menjadi aspek yang sangat penting. Dulu, situasinya berbeda saat saya mengawali karier sebagai manajer," ujar Guardiola dikutip Gulf Times.

Baca Juga: Victoria Beckham Bocorkan Aksesori Kunci Musim Semi 2026 Lewat Penampilan Elegan

"Saat saya masih muda, orang-orang bilang warga Inggris merayakan sepak pojok dan tendangan bebas layaknya sebuah gol. Saya ingat betul momen itu, jadi sebenarnya tidak ada yang berubah dalam hal tersebut," Guardiola menambahkan.

Di sisi lain, kemenangan Arsenal 2-1 atas Chelsea akhir pekan lalu memicu debat panas. Dua gol sundulan dari sepak pojok membuat pengamat Chris Sutton melabeli permainan The Gunners sebagai sepak bola yang buruk rupa.

Fenomena ini memicu kritik dari berbagai penjuru. Manajer Liverpool, Arne Slot, secara blak-blakan menyebut pertandingan kini tak lagi"menyenangkan. Sementara itu, pelatih Chelsea, Liam Rosenior, mendesak wasit untuk lebih tegas mengontrol kerumunan yang menyerupai olahraga rugbi tersebut.

Baca Juga: Setelah Cedera dan Insiden Teknis, Trae Young Akhirnya Tampil untuk Wizards

Meski demikian, Guardiola enggan menghakimi pilihan taktik rivalnya. Ia memandang perbedaan gaya main sebagai bumbu yang membuat sepak bola tetap hidup dan tidak membosankan.

"Inilah bisnis yang saya geluti. Saya seorang manajer. Saya tidak bisa bilang 'saya tidak suka bola mati'. Saya harus beradaptasi dan melakukannya," ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini