liga-inggris

Manchester City Tertinggal Sembilan Poin dari Arsenal, Max Dowman Jadi Biang Keroknya

Minggu, 15 Maret 2026 | 14:18 WIB
Max Dowman pemain muda Arsenal cetak gol penentu kemenangan atas Everton di Pekan ke-30 Liga Primer 2025/26 (Premier League)

SportlinkNews - Pekan ke-30 Liga Primer 2025/26 dikejutkan oleh aksi pemain muda berusia 16 tahun yang berhasil mengecoh pemain Everton untuk kemudian mencetak gol dan memenangkan laga.

Max Dowman menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah Liga Primer setelah penampilannya yang inspiratif dari bangku cadangan mengantarkan Arsenal meraih kemenangan penting 2-0 atas Everton.

Setelah assist-nya menghasilkan gol pembuka dari sesama pemain pengganti, Viktor Gyokeres, pada menit ke-89, Dowman mencetak gol di menit-menit akhir pertandingan untuk memastikan kemenangan di Stadion Emirates.

Baca Juga: Demi Konsistensi Skuad Chelsea, Liam Rosenior Tolak Tetapkan Kiper Utama

Arsenal harus melewati banyak momen menegangkan, karena tim Everton yang pincang beberapa kali nyaris mencetak gol ke gawang The Gunners.

Dwight McNeil memaksa Riccardo Calafiori melakukan blok luar biasa dan mengenai tiang gawang, sementara David Raya melakukan penyelamatan fantastis dari ancaman Beto.

Namun, masuknya Max Dowman membantu mengubah jalannya pertandingan. The Gunners akhirnya berhasil meraih kemenangan yang bisa menjadi kemenangan vital dalam perebutan gelar.

Baca Juga: Fermin Aldeguer akan Jalani Tes Medis Terakhir Sebelum Kembali di MotoGP Brasil

Pemimpin klasemen Arsenal kini unggul sembilan poin (70 poin) dari Manchester City (61 poin) setelah mereka bermain imbang 1-1 melawan West Ham United.

Arsenal hampir mengejutkan Everton di menit keenam dengan tendangan sudut pendek, tetapi Jordan Pickford menggagalkan peluang Noni Madueke.

Namun, The Toffees hampir unggul dua kali melalui McNeil dalam waktu satu menit.

Baca Juga: Sejarah Baru Tercipta, Timnas Futsal Indonesia Punya Bus Resmi

Pertama, ia melihat upayanya diblokir dengan brilian oleh Calafiori sebelum pemain sayap itu melepaskan tendangan melengkung dari jarak jauh yang membentur tiang kiri gawang.

Kai Havertz merasa seharusnya mendapat penalti setelah mendapat tekel dari Michael Keane, meskipun kontak bek tersebut dianggap minimal setelah pemeriksaan VAR.

Halaman:

Tags

Terkini