liga-inggris

Blunder VAR Ganggu Persaingan Juara, Arsenal Untung Lagi

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:18 WIB
Brighton menuntut penalti atas pelanggaran yang dilakukan Gabriel Martinelli terhadap Mats Wieffer (kiri). ( Arsenal FC/Getty Images)

SportlinkNews - Liga Premier melalui panel peninjau insiden kunci pertandingan (Key Match Incidents/KMI) mengakui adanya kesalahan keputusan dalam laga antara Brighton & Hove Albion melawan Arsenal yang digelar awal bulan ini.

Dalam pertandingan tersebut, Brighton seharusnya mendapatkan hadiah penalti yang luput dari keputusan wasit maupun VAR.

Pada laga yang berakhir dengan skor 0-1 tersebut, gol cepat Bukayo Saka di menit kesembilan menjadi penentu kemenangan Arsenal.

Baca Juga: Dihukum 0-3, Malaysia Tersingkir, Vietnam Kunci Tiket Piala Asia 2027

Namun, kontroversi muncul ketika Mats Wieffer dijatuhkan di kotak terlarang oleh Gabriel Martinelli menjelang akhir babak pertama.

Wasit lapangan Chris Kavanagh tidak menganggapnya sebagai pelanggaran. Sementara itu, VAR yang dikendalikan Michael Salisbury juga tidak melakukan intervensi, dengan alasan tidak terdapat "kesalahan yang jelas dan nyata".

Namun, panel KMI yang terdiri dari perwakilan Liga Premier, Professional Game Match Officials Limited (PGMOL), serta mantan pemain dan pelatih, menyatakan keputusan tersebut keliru.

Baca Juga: Adebayo Menggila, Persaingan NBA Fantasy Kian Panas di Pekan ke-22

Mereka menilai penalti seharusnya diberikan dan VAR wajib turun tangan untuk mengoreksi keputusan di lapangan.

Kemenangan itu membuat Arsenal memperlebar jarak di puncak klasemen menjadi tujuh poin, memanfaatkan hasil imbang yang diraih Manchester City saat menghadapi Nottingham Forest.

Meski sulit memastikan dampak langsung dari keputusan tersebut terhadap hasil akhir pertandingan, fakta bahwa Arsenal kembali diuntungkan menjadi sorotan.

Baca Juga: Di Tengah Krisis Warriors, Steve Kerr Raih Kemenangan ke-600

Ini merupakan kali ketiga musim ini The Gunners mendapat keuntungan dari keputusan penalti yang terlewat.

Sebelumnya, panel KMI juga menyatakan Declan Rice seharusnya dihukum penalti akibat handball saat Arsenal mengalahkan Chelsea 2-1.

Selain itu, William Saliba juga dinilai lolos dari hukuman penalti saat menghadapi Everton pada Desember lalu.

Baca Juga: MotoGP Brasil: Uji Keterampilan dan Nyali Pembalap di Trek Baru Goiania

Manajer Everton, David Moyes, sempat melontarkan kritik keras atas inkonsistensi tersebut. Ia menilai ada kecenderungan keputusan yang menguntungkan klub tertentu.

"Terasa seolah-olah ada klub tertentu yang mendapatkan keputusan tersebut, sementara klub lainnya tidak," ujar manajer Everton, David Moyes, menanggapi insiden tersebut.

Secara keseluruhan, kesalahan ini menambah daftar kekeliruan VAR di Liga Premier musim ini menjadi 18 kasus, jumlah yang sudah menyamai total sepanjang musim lalu, meski kompetisi masih menyisakan sejumlah pertandingan.

Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)

Tags

Terkini