SportlinkNews - Mattia Zaccagni dan Boulaye Dia menegaskan bahwa mereka menghormati keputusan ultras Lazio untuk memboikot pertandingan, setelah semifinal Coppa Italia yang sureal melawan Atalanta.
Lazio menjamu Atalanta pada semifinal Coppa Italia di Stadion Olimpico, Kamis 5 Maret 2026 dini hari WIB. Tanpa dukungan suporter Lazio yang sempat unggul dua kali harus puas berbagi skor 2-2.
Pada akhirnya, pertandingan itu sangat menghibur, meskipun suasananya agak aneh karena bermain di stadion hanya dengan 5.000 penggemar di tribun, banyak lagi yang berkumpul di luar Stadio Olimpico untuk memprotes Presiden Lazio Claudio Lotito.
Baca Juga: Lazio 2-2 Atalanta: Dea Dua Kali Bangkit untuk Meraih Hasil Imbang yang Berharga
Mereka telah berbaris dari titik pertemuan Ponte Milvio hingga ke stadion sebelum pertandingan dimulai.
Sepanjang pertandingan, mereka terdengar bernyanyi, bersorak, dan menyalakan kembang api, sambil mengikuti perkembangan di dalam stadion melalui radio dan menonton di ponsel mereka.
Tim tuan rumah dua kali unggul melalui tendangan lob Fisayo Dele-Bashiru dan gol Boulaye Dia memanfaatkan kesalahan Mario Pasalic.
Baca Juga: Chelsea Mempermalukan Aston Villa di Kandangnya, Joao Pedro Cetak Hattrick Pertamanya di Liga Primer
Tapi kedua kali keunggulan itu hanya bertahan beberapa menit sebelum Atalanta membalas dengan gol Pasalic dan Yunus Musah untuk hasil imbang 2-2.
Para pemain Lazio tetap merasakan dukungan dari para penggemar.
“Itu penampilan yang bagus, sikap yang tepat, mungkin kami hanya perlu meningkatkan konsentrasi, karena kami dua kali kebobolan tepat setelah mencetak gol. Itu seharusnya tidak terjadi,” kata Zaccagni kepada Sport Mediaset.
Baca Juga: Bukayo Saka Bawa Arsenal Ungguli Brighton, Semakin Kuat di Puncak Klasemen Liga Primer
“Para penggemar membuat kami merasakan kehadiran mereka dengan cara mereka sendiri. Kami menghormati keputusan mereka, tidak mudah untuk bermain tanpa mereka, tetapi itu adalah pilihan mereka dan kami harus menghormatinya.”
Para pendukung Lazio membentangkan spanduk di luar stadion, menyatakan bahwa ini adalah 'pengorbanan' mereka untuk kebaikan klub, karena sebagian besar adalah pemegang tiket musiman dan sudah memiliki akses ke pertandingan tersebut.
Artikel Terkait
Chivu Jelaskan Perubahan Besar Inter untuk Como: Pertama Kali Seperti Ini
Manchester United Kalah, Dua Gol Newcastle Hentikan Tren Kemenangan Michael Carrick
Timnas Indonesia Menerima Kabar Mengejutkan Jelang Turnamen Besar FIFA
Pemain Liga Inggris Terpaksa Bersembunyi di Bunker karena Terjebak dalam Konflik AS-Iran yang Mengerikan
All England 2026: Febriana Kurang Puas, Meilysa Tegang Meski Akhirnya Lolos ke Babak 16 Besar