Evaluasi Cristian Chivu Usai Kekalahan Derbi, Inter Milan Perlu Tingkatkan Tempo Permainan

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Senin, 9 Maret 2026 | 17:07 WIB
Pertandingan AC Milan vs Inter Milan di Serie A 2025/26. (Inter Milan)
Pertandingan AC Milan vs Inter Milan di Serie A 2025/26. (Inter Milan)

SportlinkNews - Tren negatif Inter Milan dalam menghadapi pertandingan krusial kembali berlanjut setelah dipaksa menyerah 0-1 oleh AC Milan pada pekan ke-28 Serie A. Kekalahan dalam laga bertajuk Derbi della Madonnina di San Siro, Senin (9/3) dini hari WIB tersebut, terjadi akibat gol tunggal Pervis Estupinan pada menit ke-35.

Dalam laga tersebut, Nerazzurri sebenarnya tampil sangat dominan dengan mencatatkan 62 persen penguasaan bola dan melepaskan sembilan percobaan tendangan. Namun, Inter gagal membongkar pertahanan rendah yang diterapkan AC Milan sepanjang pertandingan.

Pelatih Inter, Cristian Chivu, mengaku timnya telah berupaya meningkatkan intensitas serangan, terutama pada babak kedua. Ia menyoroti peluang dari Federico Dimarco sebagai salah satu momen terbaik untuk menyamakan kedudukan.

Baca Juga: Hiroshi Fujiwara Goda Proyek Baru Fragment Design x V.A. Tokyo x Converse

"Kami mencoba meningkatkan tempo permainan setelah jeda dan bermain lebih baik secara sporadis, menciptakan peluang bagus melalui (Federico) Dimarco," kata Cristian Chivu kepada DAZN.

Chivu menambahkan rapatnya barisan pertahanan lawan menjadi kendala utama yang gagal dipecahkan oleh para pemainnya. Upaya mengepung area penalti AC Milan tidak membuahkan hasil karena kurangnya variasi serangan dari lini tengah Inter.

"Kami mencoba segala cara untuk mengepung blok pertahanan mereka yang rapat, tetapi tidak mampu menembusnya," ucap mantan bek Inter tersebut.

Baca Juga: Kesulitan dalam Derby Milan, Dimarco Sulit Jelaskan Reaksi Inter

Lebih lanjut, Chivu menganalisis AC Milan memang sengaja menunggu kesalahan Inter untuk meluncurkan serangan balik cepat. Hal ini membuat permainan anak asuhnya terlihat kurang dinamis dalam membongkar formasi defensif lawan yang disiplin.

"Ada kurangnya dinamisme dari kami, Milan bermain bertahan dan menunggu kami untuk melakukan serangan balik. Kami perlu meningkatkan dan menaikkan tempo permainan," ujarnya.

Hasil ini memperburuk rekor Inter dalam laga-laga besar musim ini di Serie A. Menghadapi tim papan atas seperti AC Milan, Napoli, AS Roma, dan Juventus, La Beneamata tercatat hanya mampu meraih dua kemenangan, satu hasil imbang, dan menelan tiga kekalahan.

Baca Juga: Ngeri! Ditebas Lawan, Pesepakbola Ini Patah Tulang Kaki Ganda, 3 Pemain Dikeluarkan dari Lapangan

Meski kalah dalam dua pertemuan beruntun melawan rival sekota musim ini, posisi Inter di puncak klasemen relatif masih aman. Jarak tujuh poin di klasemen menjadi alasan kuat bagi internal tim untuk tetap tenang dan tidak merespons kekalahan ini dengan kepanikan.

"Masih ada 10 pertandingan tersisa, 30 poin yang bisa diraih, jadi kami harus membangun apa yang telah kami lakukan sejauh ini," tuturnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: Football Italia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Napoli Kontrak Allegri 2 Tahun Gantikan Conte

Jumat, 29 Mei 2026 | 09:20 WIB

Lukaku Kesal dengan Media Italia yang Lebay

Rabu, 27 Mei 2026 | 08:10 WIB
X