Antonelli menegaskan, keinginan Idzes untuk tampil di Serie A menjadi faktor penting di balik transfer tersebut.
Baca Juga: Drama Kartu Merah di Old Trafford Bikin Berantakan Rencana Enzo Maresca
Kini, ambisi itu mulai terbayar. Idzes menjalani debut bersama Sassuolo saat melawan Cremonese meski timnya kalah 2-3.
Namun, sorotan besar justru datang pada laga keduanya.
Saat menghadapi Lazio, Idzes tampil solid dan berperan besar membawa Sassuolo menang 1-0.
Baca Juga: Ilmu Tenis: Bagaimana Pemain dan Raket Bekerja Sama
Media Italia memuji permainan elegannya yang disebut “layak dikenang”.
Tuttomercato bahkan menuliskan, “Lebih percaya diri dari rekan setimnya, Jay Idzes memimpin pertahanan, mencoba masuk ke lini tengah dengan bola, dan tetap tangguh hingga akhir meski penuh benturan.”
Dalam laga itu, Idzes beberapa kali harus mendapatkan perawatan akibat benturan dengan pemain lawan.
Baca Juga: Ruben Amorim Keras Kepala: Paus Pun Tidak Akan Memaksa Saya Mengubah Taktik
Meski demikian, ia tetap berdiri tegak hingga peluit panjang berbunyi, menunjukkan ketangguhan fisik dan mentalnya.
Bagi Sassuolo, hadirnya Idzes memberikan warna baru di lini belakang.
Sementara bagi Venezia, meski kehilangan salah satu pilar utama, keputusan melepasnya dianggap langkah realistis demi memberi jalan bagi ambisi sang pemain sekaligus keuntungan finansial klub.
Kini, perjalanan Jay Idzes di Serie A masih panjang.
Namun, debut cemerlang melawan Lazio sudah cukup untuk membuat namanya diperhitungkan, bukan hanya di Italia, tetapi juga di mata publik sepak bola internasional.