SportlinkNews - Jay Idzes dan kawan-kawan pulang dari San Siro dengan kepala tegak. Pelatih Sassuolo Fabio Grosso menegaskan timnya membuat Inter kesulitan meraih tiga poin dalam hasil 2-1.
Sang Neroverdi membuat Inter bekerja keras untuk meraih tiga poin di San Siro, Senin 22 September 2025 dini hari WIB, menjaga peluang tetap terbuka hingga peluit akhir berbunyi dalam kekalahan yang menegangkan.
Jay Idzes tampak terlibat duel sengit dengan Marcus Thuram. Bek timnas Indonesia itu membuat Thuram kesulitan di daerah pertahanan Sassuolo.
Baca Juga: Pidato Motivasi Fabregas Membakar Semangat Como Setelah Sukses
Tapi, Federico Dimarco membuka skor melalui umpan cerdas Petar Sucic, sementara Arijanet Muric menjaga skor tetap rendah dengan serangkaian penyelamatan, hingga bola yang dibelokkan Tarik Muharemovic pada tendangan Carlos Augusto membuatnya terdampar.
Pemain pengganti Walid Cheddira membawa mereka kembali unggul dengan menyelesaikan umpan lambung dengan Domenico Berardi.
Grosso melihat Sassuolo yang tangguh berjuang melawan Inter
“Kami bermain baik hari ini dan itu tidak mudah,” ujar Grosso kepada DAZN Italia.
Baca Juga: Inter 2-1 Sassuolo: Jay Idzes Main Full, Kesuksesan Tersisa di San Siro
“Tim ini memiliki banyak pemain baru, kami mengawali musim dengan buruk, tetapi kami akan terus berusaha memperbaiki kesalahan-kesalahan yang membuat kami tidak bisa meraih hasil positif hari ini.
“Sayang sekali kami pulang dengan tangan kosong, tetapi kami melakukannya dengan kepala tegak.”
Sassuolo telah kalah dalam tiga dari empat pertandingan mereka musim ini, mengalahkan Lazio 1-0 pekan lalu, tetapi berharap jadwal pertandingan akan lebih mudah untuk beberapa pekan ke depan.
Baca Juga: Arsenal 1-1 Man City: Arteta Melakukan Kesalahan Fatal yang Tak Terbayangkan
“Kami akan menghadapi lawan yang sama seperti kami, yang mengincar posisi aman di Serie A. Kami tahu target kami, kami berusaha meningkatkan diri dan bersaing untuk posisi itu,” tambah Grosso.
“Lini tengah misalnya masih benar-benar baru, jadi butuh waktu untuk saling mengenal. Kami harus menunjukkan kualitas dalam pertandingan, berjuang keras, dan siap menghadapi tekanan saat kami terdesak.”