SportlinkNews - Inter Milan terpaksa menyusul pulang rekan sekotanya, AC Milan, setelah gagal lolos ke partai final Supercoppa Italia 2025/26.
Inter Milan yang mendominasi pertandingan harus rela menerima kenyataan dikalahkan Bologna lewat adu penalti, 3-4.
Format pertandingan yang langsung melakukan adu penalti jika hingga 90 menit berakhir skor tetap imbang memang menjadi ciri Supercoppa Italia.
Baca Juga: Hoki Es Ukir Sejarah, Hockey Indoor Penuhi Target Medali di SEA Games 2025
Namun, adu penalti bukan perkara mudah. Selain keahlian teknis, faktor mental sangat berperan penting dalam urusan adu penalti ini.
Disinilah Inter Milan terpuruk, setelah dua tendangan pemainnya gagal menciptakan gol. Sementara tiga pemain Bologna sukses menceploskan bola ke gawang Inter.
“Seharusnya kami bisa mengakhiri pertandingan lebih awal; begitu sampai adu penalti, ceritanya berbeda," ucap Henrikh Mkhitaryan, gelandang Inter Milan usai laga.
Baca Juga: Usai World Tour Finals 2025, Fajar/Fikri Siapkan Kebangkitan di 2026
Dia menjelaskan seluruh tim bermain bagus hingga adu penalti. "Di babak kedua kami mendominasi permainan dan menciptakan banyak peluang," jelasnya.
"Tetapi jika Anda tidak memanfaatkan peluang, itu akan merugikan Anda – itulah sepak bola. Kami menyesalinya."
"Bologna berada di sini karena layak setelah memenangkan Coppa Italia. Kami mencoba untuk menang dan gagal – itulah sepak bola."
Baca Juga: Supercoppa Italia: Tampil Dominan Lawan Bologna, Adu Penalti Bikin Inter Milan Terpuruk
"Ini menyakitkan, ini kekecewaan besar, tetapi kami tahu apa yang perlu kami lakukan dan kami akan bekerja lebih keras untuk mencapai tujuan kami."
"Kami harus melupakan pertandingan ini, meskipun ada kekecewaan. Sekarang kami fokus pada Atalanta – kompetisi yang berbeda, dan pentingnya poin untuk terus maju," ucap Henrikh Mkhitaryan