Secara ofensif, Nerazzurri tetap menjadi tim paling produktif di Serie A: mencetak 40 gol, sebelas gol lebih banyak dari AC Milan, dengan 24 di antaranya di San Siro.
Inter juga unggul dalam total tembakan (316), tembakan tepat sasaran (112), dan peluang yang diciptakan (240). Namun, produktivitas yang luar biasa ini tidak selalu dikonversi menjadi keuntungan.
Mereka hanya mencetak gol dari satu tembakan pembuka dalam sebuah pertandingan, melawan Roma, yang menunjukkan serangan yang terkadang kurang klinis dari yang diharapkan.
Baca Juga: Lewis Hamilton Pilih Motor Enduro untuk Persiapan Menjelang Musim F1 2026
Pelatih Napoli, Antonio Conte dipastikan juga tidak akan tinggal diam menghadapi laga penting ini.
Musim lalu, dua hasil imbang 1-1 sangat penting untuk menahan Inter dan tetap berada dalam persaingan perebutan gelar hingga akhir musim.
Sementara kemenangan 3-1 di paruh pertama musim di Stadion Maradona mematahkan momentum Inter dan memberi Napoli dorongan setelah kekalahan dari Torino.
Baca Juga: Diguyur Salju Lebat, Hyundai Tunda Tes Mobil WRC Thierry Neuville untuk Reli Monte Carlo
Kali ini, Conte harus bermain tanpa pemain kunci seperti De Bruyne dan Anguissa, serta David Neres, yang baru-baru ini menunjukkan konsistensi dan performa yang bagus.
Azzurri tetap solid dalam bertahan untuk mempertahankan keunggulan. Mereka belum pernah kehilangan poin setelah unggul, dan mereka adalah tim terbaik di liga dalam hal gol sundulan (tujuh).
Namun, kelemahan utama mereka adalah performa tandang. Keempat kekalahan mereka di Serie A terjadi di laga tandang, termasuk kunjungan terakhir mereka ke San Siro melawan AC Milan.
Baca Juga: Nama Xavi Muncul di Bursa Manajer Manchester United
Antonio Conte bertekad untuk menaklukkan San Siro, menjadikan pertandingan nanti sebagai ujian penting bagi ambisi gelar Partenopei.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)