Ada beberapa pilihan bagus untuk gol tersebut, karena Mattia Perin langsung mengirimkan umpan terobosan kepada Francisco Conceicao di sisi kanan setelah sepak pojok Sassuolo, dan kemudian talenta Portugal itu mengumpan balik kepada Yildiz.
“Perin dan Conceicao membuat keputusan yang tepat di sana, tapi Conceicao memiliki enam situasi serupa di babak pertama saja di mana ia memilih opsi yang salah, atau tembakannya buruk, atau ia mengoper bola ke Kalulu yang gagal mencetak gol melewati tiang jauh,” jelas Spalletti.
“Mengingat peluang dan cara kami menyerang hingga akhir, saya pikir jika kami menang, maka itu pantas.”
Baca Juga: Olahraga dan Sains Memberikan Kontribusi yang Sama Besar
Hasil ini berarti Juve paling banter hanya berada di posisi kelima akhir pekan ini, dan bisa tertinggal lebih jauh dari Como serta berpotensi disusul oleh Roma.
“Kami sangat kecewa dengan hasilnya, tetapi tetap tersenyum, karena kami menciptakan begitu banyak situasi di mana kami bisa memenangkan pertandingan, tetapi kami harus menerima hasilnya.”
“Ada beberapa hal bagus di babak kedua, meskipun kami mengoper bola agak terlalu lambat,” kata sang pelatih.
Baca Juga: Orleans Masters 2026: Banyak Error Sendiri, Leo/Bagas Akui Gagal Manfaatkan Momentum di Semifinal
Ada juga kabar baik bagi Juventus, karena dalam pergantian pemain ganda di akhir pertandingan.
Spalletti memberi Dusan Vlahovic kesempatan bermain pertama kalinya sejak akhir November 2025, dan Arek Milik kesempatan bermain pertama kalinya sejak Mei 2024.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)