liga-italia

Chivu Boleh Sombong, Klaim Sudah Tercatat dalam Sejarah Inter

Senin, 4 Mei 2026 | 07:14 WIB
Cristian Chivu bercanda bahwa ia sudah tercatat dalam buku sejarah Inter.

“Untuk apa yang diwakili klub ini, adalah tugas kami untuk bersaing. Ada pasang surut, musim ini adalah maraton, dan kami adalah tim yang paling konsisten secara keseluruhan, bahkan setelah kalah beberapa pertandingan, karena kami selalu berhasil bereaksi dan bangkit kembali,” tambah Chivu.

Lebih lanjut dikatakan pada bulan Januari dan Februari meraih 14 kemenangan dalam 15 pertandingan. Chivu menyadari bahwa timnya bisa melakukannya.

"Kami juga harus mengatasi momen-momen sulit seperti tersingkir dari Liga Champions melawan Bodo/Glimt, kekalahan dalam derbi, tetapi kami selalu tetap tegak dengan bermartabat dan keinginan untuk bersaing hingga akhir.”

Baca Juga: Mengubah Metabolisme Atlet Sepeda Lewat Jus Bit dan Suplemen

Hasil imbang melawan Parma malam ini sudah cukup. Tapi Inter tampil lebih baik dengan kemenangan 2-0 berkat gol kelima berturut-turut Marcus Thuram, dan Henrikh Mkhitaryan yang memanfaatkan assist Lautaro Martinez.

“Tentu saja saya senang, dan sudah sepatutnya para pemain yang mendapatkan pujian, menikmati semua cinta dan kasih sayang dari para penggemar ini. Ini adalah kesempatan untuk mengamankan Scudetto di depan para pendukung dan kami berhasil melakukannya,” ungkapnya.

Chivu tampak menghilang ke terowongan sesaat setelah peluit akhir, apakah ia ingin memberikan semua sorotan kepada para pemainnya?

Baca Juga: Jurgen Klopp Bukan Sosok Tepat Melatih Real Madrid

“Saya pergi merokok, saya punya beberapa kebiasaan buruk, maaf soal itu. Tapi ya, mereka pantas mendapatkannya, begitu juga klub, yang selalu berusaha menghibur dan mendukung kami di saat-saat sulit.”

Di mana sang pelatih merasa ia telah berperan dan membuat perbedaan bagi timnya?

“Saya orang yang tidak biasa, saya harus berbicara pada diri sendiri di saat-saat antara hidup dan mati. Jadi saya kehilangan ego saya saat itu. Saya tidak merasa perlu berbicara tentang diri saya sendiri,” jawab Chivu.

Ia merujuk pada cedera kepala yang mengubah hidupnya saat bermain untuk Inter, yang memaksanya untuk mengenakan helm pelindung selama sisa kariernya.

Baca Juga: GT World Challenge Asia Suguhkan Persaingan Ketat, Sean Gelael Cicipi Podium di Race 1

“Saya hanya mencoba menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri, untuk membantu para pemain muda ini yang terkadang membutuhkan iming-iming, terkadang hukuman."

Chivu mencoba mengambil pelajaran dari pengalaman yang ia miliki di banyak ruang ganti, dan mencoba untuk tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan sebagai pemain.

Halaman:

Tags

Terkini