liga-italia

Antonio Conte Resmi Lepas Jabatan Pelatih Napoli

Senin, 25 Mei 2026 | 16:03 WIB
Antonio Conte marah besar kepada wasit saat Napoli disingkirkan Como di Coppa Italia.

SportlinkNews - Kabar mengejutkan datang dari Serie A Italia setelah Napoli menutup kompetisi domestik dengan hasil poin penuh. Pelatih, Antonio Conte, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya usai laga pemungkas musim ini.

Keputusan besar tersebut disampaikan Conte setelah mendampingi anak asuhnya bertanding di Stadion Diego Armando Maradona. Di hadapan para jurnalis, pria berusia 56 tahun itu mengonfirmasi tidak akan lagi menukangi Napoli untuk musim depan.

Pengunduran diri ini terbilang ironis mengingat rekam jejak yang berhasil diukir Conte selama masa baktinya di Napoli. Bergabung sejak Juli 2024, ia langsung mempersembahkan trofi Scudetto pada musim pertamanya dan sukses mengawinkan gelar tersebut dengan Piala Super Italia pada musim ini.

Baca Juga: Hull City Melenggang ke Liga Primer Menyusul Coventry City dan Ipswich Town

Pertandingan perpisahan Conte berakhir manis lewat kemenangan tipis atas Udinese. Gol tunggal penentu kemenangan yang dicetak oleh Rasmus Hojlund pada menit ke-23 sekaligus mengunci posisi runner-up bagi Napoli di klasemen akhir Serie A.

Langkah pengunduran diri ini ternyata bukan sebuah keputusan impulsif yang diambil secara mendadak. Mantan pelatih Chelsea tersebut mengungkapkan fakta bahwa pembicaraan mengenai rencana kepergiannya dari klub sebenarnya sudah bergulir sejak sebulan yang lalu.

"Saya menelepon ketua klub sebulan yang lalu dan mengatakan kepadanya bahwa waktu saya di sini akan segera berakhir," kata Conte dikutip dari Reuters.

Baca Juga: Raymond/Joaquin Batal Tampil, Kekuatan Ganda Putra Indonesia Berkurang di Singapore Open

"Itu adalah keputusan saya. Saya tidak pernah menyukai musim yang biasa-biasa saja, dan saya tidak akan pernah menyukainya," Conte melanjutkan.

Titik balik yang memantapkan niat Conte untuk hengkang disinyalir kuat terjadi saat Napoli menelan kekalahan pahit dari Bologna pada awal bulan ini. Selain hasil minor di lapangan, ia juga membeberkan adanya friksi internal terkait kebijakan transfer pemain pada musim dingin lalu sebagai faktor krusial lainnya.

Ketidakselarasan visi dalam pengelolaan tim disinyalir membuat atmosfer kerja di dalam tubuh manajemen klub menjadi tidak lagi kondusif bagi dirinya. "Saya melihat situasi yang tidak saya sukai."

Baca Juga: Bologna 3-3 Inter: Juara Scudetto Akhiri Pertandingan dengan Kebangkitan Dramatis

Persoalan nonteknis dan dinamika ruang ganti yang memanas tampaknya menjadi beban moral tersendiri yang enggan ditoleransi lebih jauh oleh Conte. "Saya melihat terlalu banyak racun, terlalu banyak kebencian. Saat Anda tidak lagi dapat melakukan sesuatu dengan mudah, itu adalah langkah mundur bagi saya."

Kendati memilih menyudahi kerja sama lebih cepat, Conte tetap memandang masa baktinya bersama Napoli sebagai sebuah pencapaian yang membanggakan. Keberhasilan mempersembahkan trofi bagi publik Naples diakui memberikan kepuasan tersendiri bagi karier profesionalnya.

Halaman:

Tags

Terkini