Pirlo juga menekankan bahwa mengaitkan makna di luar signifikansi olahraga pada kemitraan ini tidak mencerminkan pandangannya.
"Kecintaan saya pada Italia tidak bergantung pada pekerjaan. Itu adalah bagian dari sejarah dan identitas saya," tegas pemenang Piala Dunia 2006 itu, sambil juga berterima kasih kepada Maldini dan Leonardo atas kepercayaan mereka kepadanya.
Namun, penjelasan ini tampaknya tidak cukup untuk mengurangi tekanan yang dihadapi FIGC. Menurut beberapa sumber dari Italia, Presiden FIGC Giovanni Malago belum memberikan lampu hijau untuk penunjukan Pirlo.
Baca Juga: Al Nassr Dilanda Krisis, Masa Depan Ronaldo Dipertanyakan
Lebih jauh lagi, Pirlo sendiri mengakui bahwa ia telah diberitahu bahwa ia bukan lagi kandidat untuk posisi pelatih kepala tim nasional.
Ujian bagi FIGC dan Maldini
Jika cerita itu hanya berakhir dengan Pirlo melewatkan kesempatan, itu mungkin hanya akan menjadi insiden biasa lainnya di sepak bola tingkat atas. Tetapi yang membuat insiden ini lebih penting adalah nama Paolo Maldini.
Setelah menerima tawaran untuk kembali ke FIGC sebagai Direktur Teknik, legenda AC Milan itu ditugaskan untuk menetapkan arah profesional untuk tim nasional Italia, termasuk wewenang untuk merekomendasikan pelatih kepala.
Baca Juga: Nasib Kiper Tanjung Verde Berubah Drastis
Pirlo dianggap sebagai pilihan pertama Maldini, bukan hanya karena penilaiannya terhadap kemampuan profesional Pirlo, tetapi juga karena hubungan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Kedua pria itu sebelumnya telah memenangkan dua gelar Liga Champions, dua Scudetto, dan banyak trofi besar lainnya bersama AC Milan.
Meskipun mereka tidak memiliki banyak kesempatan untuk bermain bersama karena Maldini meninggalkan Azzurri tepat sebelum debut Pirlo di tim nasional, persahabatan mereka tetap kuat.
Baca Juga: Kesepakatan Selesai: Inter Perpanjang Kontrak Esposito dan Bisseck
Football Italia pernah mengungkapkan bahwa Maldini ingin membawa Pirlo untuk melatih AC Milan sejak 2023 jika ia tetap bertanggung jawab di San Siro.
Maldini sendiri juga menceritakan bahwa ia adalah salah satu orang pertama yang mengetahui bahwa Pirlo secara tak terduga akan menjadi pelatih kepala Juventus pada tahun 2020, setelah panggilan telepon yang tampaknya hanya untuk mengucapkan selamat kepada temannya atas pengangkatannya sebagai pelatih tim U23 Italia.
Oleh karena itu, kepercayaan Maldini kepada Pirlo bukan hanya soal persahabatan. Ini juga merupakan langkah pertama dalam membentuk jalan yang ingin ditempuh Azzurri di tahun-tahun mendatang.