SportlinkNews - Alvaro Arbeloa menegaskan dirinya tidak menyesali keputusan apa pun usai debutnya sebagai manajer Real Madrid berakhir dengan kekalahan mengejutkan.
Los Blancos tersingkir di babak 16 besar Copa del Rey setelah takluk 2-3 dari Albacete, Rabu, 14 Januari 2026 waktu setempat. Hasil ini dinilai banyak pihak sebagai hasil memalukan.
Arbeloa baru ditunjuk sebagai pelatih kepala pada Senin malam, 11 Januari kemarin menggantikan Xabi Alonso dan hanya memiliki waktu satu hari untuk mempersiapkan tim.
Baca Juga: Medan Falcons Masih Terpuruk, Garuda Jaya Menang 3-1 di Proliga 2026
Meski demikian, Real Madrid sejatinya diunggulkan karena Albacete belum pernah mengalahkan mereka sebelumnya dan tengah berjuang di papan bawah La Liga 2.
Dengan pertimbangan kebugaran jangka panjang tim, Arbeloa memilih meninggalkan tujuh pemain bintang di Madrid.
Kylian Mbappe dan Rodrygo yang masih dalam pemulihan cedera tidak dibawa, sementara Jude Bellingham, Thibaut Courtois, Antonio Rüdiger, Álvaro Carreras, dan Aurelien Tchouameni diistirahatkan.
Baca Juga: Persiapan Matang Jadi Kunci Kemenangan Gresik Phonska Plus di Proliga 2026
Kekosongan tersebut diisi sejumlah pemain dari skuad Real Madrid Castilla, termasuk David Jiménez yang dipercaya tampil sebagai starter di posisi bek kanan serta Jorge Cestero di lini tengah.
Meski hasil akhir jauh dari harapan, Arbeloa menegaskan dirinya bertanggung jawab penuh atas kekalahan tersebut dan menolak menyalahkan para pemain.
"Di klub ini, hasil imbang saja sudah dianggap buruk, bahkan tragis. Jadi bayangkan kekalahan seperti ini," ujar Arbeloa kepada wartawan usai laga.
Baca Juga: Dewa United Banten Bikin Kejutan, Jungkirkan Hangtuah yang Sempat Unggul 24 Poin
"Saya yang bertanggung jawab. Saya yang mengambil keputusan, mulai dari pemilihan tim, cara bermain, hingga pergantian pemain," tambahnya.
"Sekarang kami harus memulihkan mental dan kondisi fisik, lalu memperbaiki performa untuk pertandingan Sabtu melawan Levante," lanjut Arbeloa.
Pelatih yang dikabarkan menandatangani kontrak hingga akhir musim depan itu menegaskan keyakinannya terhadap skuad yang ia turunkan.
Baca Juga: Persiapan Matang Jadi Kunci Kemenangan Gresik Phonska Plus di Proliga 2026
"Saya yakin itu adalah tim yang tepat, dan saya masih berpikir demikian. Kami punya skuad yang luar biasa dengan pemain-pemain hebat. Tidak mudah bagi mereka menjalankan semua instruksi saya hanya dengan satu hari persiapan," katanya.
Arbeloa juga menegaskan tidak ada penyesalan atas keputusannya. "Saya tidak menyesali apa pun. Saya akan memilih tim yang sama lagi," tegasnya.
Di tengah kritik yang mengalir, media internal klub RealmadridTV justru membela Arbeloa dan menyatakan kekalahan tersebut bukan sepenuhnya kesalahan sang pelatih.
Baca Juga: Hyundai Luncurkan Mobil Baru Menghadapi WRC 2026, Siap Saingi Toyota
"Hari ini Real Madrid tidak tampil di Albacete. Ini adalah citra yang sangat buruk. Arbeloa tidak bersalah dan pertandingan ini harus menjadi titik balik," demikian pernyataan dalam segmen RealmadridTV.
Media tersebut juga menyoroti situasi genting yang tengah dihadapi klub.
"Dua gelar telah hilang dalam tiga hari. Ini harus berubah sekarang. Copa del Rey memang sudah hilang, tetapi La Liga dan Liga Champions menanti. Real Madrid harus segera bereaksi," imbuh RealmadridTV.
Artikel Terkait
Xabi Alonso dan Paradoks Real Madrid: Ketika Bahkan yang Terbaik Pun Tidak Cukup Baik
Alvaro Arbeloa Fokus Bangkitkan Real Madrid dan Talenta Muda
Laga Perdana Arbeloa, Real Madrid Istirahatkan Tujuh Pemain Bintang
Albacete 3-2 Real Madrid: Debut Alvaro Arbeloa Dibungkam Tim Segunda
Real Madrid Tersingkir dari Copa del Rey, Alvaro Arbeloa Salahkan Dirinya