SportlinkNews - Serikat Wasit Spanyol (AESAF) mengumumkan rencana untuk melayangkan tuntutan hukum terhadap Presiden Real Madrid, Florentino Perez. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk respons keras atas pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh sang presiden klub terkait integritas mereka.
Ketegangan antara pihak pengadil lapangan dan petinggi klub raksasa tersebut memuncak setelah Perez memberikan pernyataan pedas dalam sebuah konferensi pers di Madrid pada Selasa (12/5). Dalam kesempatan itu, ia secara terang-terangan menuding adanya praktik kecurangan yang terstruktur di tubuh institusi perwasitan LaLiga.
Perez mengklaim bahwa Real Madrid telah menjadi korban dari sebuah skenario pengaturan kompetisi yang merugikan prestasi klub selama bertahun-tahun. Ia merasa sejumlah gelar juara domestik yang seharusnya bisa diraih oleh timnya telah dirampas secara tidak adil melalui keputusan-keputusan di lapangan.
Baca Juga: Pedro Acosta Catat Hasil Menyenangkan Bagi KTM di GP Catalunya
"Saya telah berada di sini selama beberapa musim dan saya telah memenangkan 7 Liga Champions dan 7 gelar LaLiga, karena yang lainnya dicuri dari saya. Korupsi sistemik selama 2 dekade dan masih wasit yang sama," Perez mengungkapkan kepada La Sexta.
Tidak berhenti sampai di situ, pria berusia 79 tahun tersebut kembali menyuarakan kekecewaannya secara masif kepada media lokal satu hari setelahnya. Melalui interviu khusus, Perez meluapkan kegeramannya atas performa kepemimpinan wasit musim ini yang dinilai secara konsisten mereduksi perolehan poin timnya.
"Wasit yang sama masih melakukan hal yang sama, secara terang-terangan. Musim ini mereka telah mencuri 16 atau 18 poin dari kami," ucapnya.
Baca Juga: Jalani Laga Kandang Terakhir Musim Ini Malut United Siapkan Strategi Jitu Redam Persita
Tuduhan serius mengenai pencurian poin dan korupsi tersebut langsung direspons secara negatif oleh manajemen AESAF yang merasa nama baik profesi mereka telah dilecehkan. Melalui rilis resminya, organisasi payung hukum para wasit itu mengecam keras narasi yang dibangun oleh Florentino Perez tanpa disertai bukti hukum yang valid.
AESAF menilai pernyataan yang dikeluarkan secara beruntun oleh taipan asal Spanyol itu berpotensi merusak reputasi serta kredibilitas kompetisi sepak bola tertinggi di Spanyol. Sebagai bentuk pemulihan nama baik, pihak serikat menuntut adanya kompensasi ganti rugi materiil serta penyampaian permohonan maaf resmi secara institusional dari pihak klub Real Madrid.
Selain mengajukan tuntutan pidana dan perdata, AESAF juga mendesak otoritas disiplin sepak bola Spanyol untuk segera mengambil tindakan preventif yang tegas. Mereka menginginkan adanya pembatasan ruang bicara bagi Perez agar situasi di luar lapangan tidak semakin memanas dan mengganggu fokus kompetisi yang sedang berjalan.
Baca Juga: Antusias Tinggi Duel Persik Kediri vs Persija dapat Tambahan Kuota 3.000 Tiket
"AESAF meminta agar Komite Kompetisi, sebagai tindakan pencegahan dan mendesak, memerintahkan Tuan Perez untuk berhenti mengeluarkan pernyataan serupa selama proses hukum berlangsung," begitu isi pernyataan resmi AESAF.
Kasus perseteruan ini diprediksi menjadi babak baru yang krusial dalam hubungan antara pihak klub peserta dengan badan pengelola wasit Spanyol. Sejumlah pengamat menilai bahwa eskalasi konflik ini dapat memicu investigasi lebih lanjut dari federasi sepak bola tertinggi Spanyol (RFEF) terkait regulasi kode etik pejabat klub.
Artikel Terkait
Real Madrid Deklarasikan Perang Terbuka, Hubungan dengan Barcelona Sudah Selesai
Petinggi Barcelona Sebut Tudingan Florentino Perez Hanya Kedok Menutupi Kegagalan Real Madrid
10 Pelatih Terbaik Real Madrid Sepanjang Masa, Ancelotti Teratas
Kylian Mbappe Angkat Bicara Soal Drama Real Madrid, Arbeloa bilang Aku Penyerang Keempat