“Saya pikir kita harus membiarkan Lamine Yamal mengembangkan kariernya,” ujar Guardiola seperti dikutip dari Mundo Deportivo.
Baca Juga: Ferrari Beri Pesan untuk Lewis Hamilton Setelah Pemulihan yang Agresif di GP Belgia
“Kalau dia sudah bermain selama 15 tahun, barulah kita bisa menilai apakah dia lebih baik atau lebih buruk dari Messi. Untuk sekarang, biarkan dia berkembang.”
Guardiola pun tidak menutup mata bahwa perbandingan itu merupakan pengakuan tersendiri atas bakat besar Yamal.
Ia menganggap itu sebagai indikasi awal yang baik, tetapi tetap meminta publik bersabar dan tidak membebani Yamal dengan ekspektasi berlebihan.
Baca Juga: Final ASEAN Cup U23 2025: Gerald Vanenburg Tegaskan Timnas U23 Siap Juara, Tidak Takut Adu Penalti
Guardiola sendiri memiliki sejarah panjang bersama Messi. Keduanya bekerja sama di Barcelona antara 2008 hingga 2012.
Dalam periode tersebut, kolaborasi pelatih dan pemain ini sukses mempersembahkan 14 gelar untuk klub asal Catalunya, termasuk treble bersejarah pada musim 2008–2009.
Selama masa itu, Messi tampil luar biasa di bawah arahan Guardiola, mencetak 211 gol dari 219 pertandingan.
Baca Juga: Terpilih Secara Aklamasi, Andi Ady Pimpin KONI Sultra
Kini, keduanya telah menjalani jalan masing-masing.
Guardiola melanjutkan kiprahnya di Liga Inggris bersama Manchester City, sedangkan Messi mengejar tantangan baru di Liga Amerika Serikat bersama Inter Miami.
Meski zaman telah berubah, nama Messi tetap menjadi standar tertinggi dalam dunia sepak bola.
Baca Juga: Max Dowman Bikin Geger, Sampai Real Madrid Incar Bintang Muda Arsenal
Dan bagi Yamal, perjalanan untuk mendekati level tersebut masih panjang dan menantang.