Rashford menemukan lebih banyak waktu bermain daripada yang pernah ia dapatkan di Liga Primer, di mana bek sayap cepat menutup dan pertahanan datang berpasangan.
Klub-klub La Liga masih mencari cara untuk melacaknya, dan keraguan itu membuatnya lebih leluasa bergerak ke area berbahaya.
Ruang ekstra itu telah terlihat dalam penyelesaian akhirnya: tendangan voli tajam di Sevilla yang mengubah peluang setengah jadi gol, dan dua gol tanpa ampun melawan Newcastle di Eropa yang menggarisbawahi kemampuannya untuk tampil gemilang di malam-malam terbesar.
Baca Juga: Hasil Uji Coba: Dony Tri Selamatkan Timnas U-22 Indonesia dari Kekalahan Lawan India
Konsistensi Masih Dipertanyakan
Masalah utamanya adalah apakah ia dapat mempertahankan level ini.
Karier Rashford di Manchester United diwarnai oleh pasang surut; performa gemilang yang diikuti periode kering yang panjang dan, pada gilirannya, hiruk-pikuk media tentang alasannya.
Barcelona tentu tidak ingin terjebak jika ini terbukti menjadi masa sulit sementara lainnya.
Meskipun Flick memuji etos kerja dan kebugarannya sejak kedatangannya, ujian sesungguhnya akan datang ketika para bek La Liga mulai memperlakukannya sebagai ancaman utama.
Baca Juga: Ginting hingga Gregoria, Indonesia Turunkan Kekuatan Penuh di Denmark Open 2025
Saat ini, Rashford melengkapi lini depan yang terkadang terlihat monoton dan memberikan ancaman langsung.
Jika ia terus mencatatkan performa impresif selama musim dingin, ia akan menjadi penentu dalam persaingan gelar juara yang sulit ditebak.
Jika gol-golnya mereda, pembicaraan kembali ke apakah ia akan menjadi pembelian permanen atau pinjaman tepat waktu yang sempat bersinar namun akhirnya gagal.
Bagaimanapun, ia telah menjadi salah satu kisah yang wajib ditonton musim ini di Spanyol.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)