SportlinkNews - Krisis finansial tampaknya masih menghantui Barcelona, meski klub tersebut baru saja menjuarai Liga Spanyol musim 2024–2025.
Terungkap bahwa raksasa asal Catalunya itu masih menanggung utang besar kepada puluhan klub lain akibat aktivitas transfer pemain dalam beberapa tahun terakhir.
Selama satu dekade terakhir, Blaugrana memang terus bergulat dengan masalah keuangan yang tak kunjung usai.
Baca Juga: Emerson Leao Peringatkan Ancelotti: Jangan Panggil Neymar ke Timnas Brasil
Krisis ini berawal sejak musim 2014–2015, ketika Barcelona mulai jor-joran membeli pemain mahal tanpa diimbangi manajemen finansial yang sehat.
Kombinasi dari pengeluaran besar, utang menumpuk, dan dampak pandemi Covid-19 membuat kondisi finansial klub semakin memburuk.
Presiden Joan Laporta sempat mencoba melakukan berbagai langkah penyelamatan agar Barcelona tetap kompetitif di tengah keterpurukan.
Baca Juga: Isyarat Balik ke Timnas Indonesia? Shin Tae-yong Suka Unggahan Erick Thohir di Instagram
Salah satu langkah besar yang diambil adalah menjual sebagian aset klub, seperti persentase hak siar televisi La Liga serta hampir separuh saham Barca Studios.
Dari hasil penjualan aset tersebut, Barcelona sempat kembali aktif di bursa transfer dengan mendatangkan sejumlah pemain bintang pada musim panas 2022 hingga 2025.
Namun, keputusan itu ternyata tidak serta-merta memperbaiki kondisi finansial.
Justru sebaliknya, klub kini harus menghadapi tumpukan utang baru yang jumlahnya mencapai ratusan juta euro.