Menurut laporan Marca, Barcelona saat ini masih memiliki utang sekitar 159 juta euro atau setara Rp3 triliun kepada berbagai klub.
Dari jumlah tersebut, sekitar 140 juta euro (Rp2,7 triliun) wajib dilunasi tahun ini, angka yang melonjak hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 45 juta euro (Rp868 miliar).
Baca Juga: Kontingen Jawa Tengah Kuasai Cabang Olahraga Pencak Silat PON Bela Diri 2025
Rincian utang itu sebagian besar berasal dari pembayaran transfer pemain seperti Robert Lewandowski, Jules Kounde, Raphinha, dan bahkan pemain muda Vitor Roque yang sudah dilepas ke Palmeiras.
Untuk transfer Lewandowski, Barcelona masih berutang 10 juta euro (Rp193 miliar) kepada Bayern Muenchen.
Selain itu, klub juga wajib membayar sejumlah kompensasi kepada tim-tim yang pernah membina Lewandowski, termasuk Legia Warszawa, Lech Poznan, dan Borussia Dortmund.
Baca Juga: Persija Tundukkan Persebaya, Kemenangan Dramatis Macan Kemayoran di Depan Bonek
Transfer Raphinha juga menjadi beban berat karena Barcelona masih harus melunasi 42 juta euro (Rp810 miliar) kepada Leeds United serta dua klub lain, Vitoria SC dan Rennes.
Sementara untuk Kounde, Blaugrana masih memiliki kewajiban sebesar 25 juta euro (Rp482 miliar) kepada Sevilla, Bordeaux, dan La Brede.
Ironisnya, meski Vitor Roque telah dijual, Barcelona tetap harus melunasi utang 17 juta euro (Rp328 miliar) kepada Athletico Paranaense.
Baca Juga: Gugun Yudinar Respon PMB Basketball Championship
Kondisi ini membuat manajemen klub harus memutar otak untuk segera menutupi utang sebelum akhir tahun 2025.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah kembali menjual aset klub, terutama karena pendapatan dari tiket pertandingan menurun drastis.
Penurunan pendapatan tersebut terjadi akibat kepindahan sementara ke Stadion Lluis Companys, yang hanya berkapasitas 55 ribu penonton, jauh lebih kecil dibanding Camp Nou yang mampu menampung 99 ribu orang.
Baca Juga: Strategi Hendri Susilo Bikin Persis Solo Mati Kutu Hadapi Malut United FC